Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pemadam kebakaran menangani sebuah rumah yang terbakar terkena roket Grad Rusia di distrik Shevchenkivsky, Kyiv, Ukraina, Rabu (23/3). Pada saat untuk pertama kalinya ada tanda-tanda pasukan Ukraina bergerak ofensif, dengan berhasil merebut kembali sebuah kota kecil dekat Kyiv dan menyerang pasukan Rusia di sebelah selatan negaranya. Foto: Investor Daily/Aris Messinis / AFP

Pemadam kebakaran menangani sebuah rumah yang terbakar terkena roket Grad Rusia di distrik Shevchenkivsky, Kyiv, Ukraina, Rabu (23/3). Pada saat untuk pertama kalinya ada tanda-tanda pasukan Ukraina bergerak ofensif, dengan berhasil merebut kembali sebuah kota kecil dekat Kyiv dan menyerang pasukan Rusia di sebelah selatan negaranya. Foto: Investor Daily/Aris Messinis / AFP

Pasukan Ukraina Berhasil Merangsek ke Kyiv Timur

Sabtu, 26 Maret 2022 | 11:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LVIV, investor.id – Pasukan Ukraina dilaporkan berhasil merebut kembali kota-kota di sebelah timur Kyiv. Sementara itu, pasukan Rusia yang berusaha merebut ibu kota Ukraina, Kyiv dilaporkan mundur lagi karena jalur pasokan yang terlalu panjang. Demikian dilaporkan Inggris pada Jumat (25/3), sekaligus sebagai indikasi terkuat terjadi pergeseran momentum dalam perang.

Menurut wali kota di pinggiran timur Kyiv, pasukan Ukraina telah merebut kembali desa terdekat dan ribuan warga sipil sudah meninggalkan daerah itu.

Langkah ini sebagai jawaban atas seruan pihak berwenang untuk menyingkir dari serangan balasan. Sebagai informasi, sebulan pasca meluncurkan serangan, pasukan Rusia gagal merebut kota besar mana pun di Ukraina.

Baca juga: Semua Kepala Negara Bingung Selesaikan Masalah Akibat Covid-19 dan Perang Rusia-Ukraina

Serangan-serangan yang diyakini negara-negara Barat bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelenskiy itu tampaknya dapat dihentikan dengan cepat di gerbang Kyiv.

Sebaliknya, pasukan Rusia malah membombardir, mengepung dan mengepung kota-kota di Ukraina, serta menghancurkan daerah-daerah pemukiman dan mengusir sekitar seperempat dari 44 juta penduduk dari tempat tinggalnya.

Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden dilaporkan telah tiba di Polandia untuk melihat langsung krisis pengungsi, yang telah menyebabkan 3,6 juta warga Ukraina melarikan diri ke luar negeri.

Menurut laporan, Biden mendarat pada Jumat di kota Rzeszow, tenggara Polandia – yang berjarak sekitar 100 kilometer dari perbatasan dengan Ukraina. Dia dijadwalkan bertemu dengan tentara-tentara AS yang ditempatkan di daerah itu dan organisasi non-pemerintah yang membantu para pengungsi Ukraina melarikan diri dari invasi Rusia.

Baca juga: Hadapi Dampak Konflik Rusia-Ukraina, Insight Tawarkan Reksa Dana Pasar Uang

Garis pertempuran di dekat Kyiv dikabarkan telah dibekukan selama berminggu-minggu, seiring ancaman pasukan lapis baja Rusia ke ibu kota dari barat laut dan timur. Namun, berdasarkan pembaruan intelijen Jumat, pihak berwenang Inggris menggambarkan serangan balasan Ukraina telah memukul mundur Rusia jauh ke timur.

“Serangan balik Ukraina, dan pasukan Rusia yang mundur ke jalur pasokan terlalu banyak. Hal ini memungkinkan Ukraina untuk menduduki kembali kota-kota dan posisi pertahanan hingga 35 km timur Kyiv,” demikian menurut pembaruan itu.

Menurut Volodymyr Borysenko – sebagai wali kota Boryspol yang berada di pinggiran timur, di mana bandara utama Kyiv berada – sebanyak 20.000 warga sipil telah meninggalkan daerah itu.

Tindakan ini menjawab seruan sapu bersih sehingga pasukan Ukraina dapat memukul mundur Rusia lebih jauh.

Baca juga: OECD Paparkan Dampak Buruk Perang Rusia-Ukraina terhadap Pertumbuhan Global

“Pasukan Ukraina telah merebut kembali sebuah desa dari pasukan Rusia pada hari sebelumnya antara Boryspol dan Brovary, dan akan terus maju. Tetapi pergerakan mereka terhenti untuk menghindari membahayakan warga sipil,” katanya.

Di front utama lain di luar Kyiv, di barat laut ibu kota, pasukan Ukraina berusaha mengepung pasukan Rusia yang berada di pinggiran Irpin, Bucha dan Hostomel yang berdekatan. Yang mana sudah dalam keadaan hancur lebur menjadi reruntuhan akibat pertempuran sengit selama beberapa minggu terakhir.

Pertahankan Garis Depan

Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berjalan di Zhytomyr, Ukraina utara, pada 23 Maret 2022. (FOTO: FADEL SENNA / AFP)
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berjalan di Zhytomyr, Ukraina utara, pada 23 Maret 2022. (FOTO: FADEL SENNA / AFP)

Di Bucha, yang berjarak 25 km dari barat laut Kyiv, sekelompok pasukan Ukraina yang dipersenjatai rudal anti-tank sedang menggali parit-parit yang dalam guna mempertahankan posisi garis depan mereka.

Salah satu dari pasukan, Andriy, mengatakan telah meninggalkan istri dan anak-anaknya yang bersembunyi di rumah mereka, di daerah yang kemudian diambil alih oleh pasukan Rusia.

“Saya menyuruh istri saya untuk mengambil anak-anak dan bersembunyi di ruang bawah tanah, dan saya pergi ke stasiun dan langsung bergabung dengan unit saya. Dan hari berikutnya dari pangkalan militer kami pindah ke garis depan. Istri dan anak-anak saya berada di bawah pendudukan selama dua minggu, tetapi kemudian mereka berhasil melarikan diri melalui koridor kemanusiaan,” katanya kepada Reuters.

Baca juga: Update Perang di Ukraina: Rusia Bertahan, 2,6 Juta Warga Mengungsi

Militer Ukraina mengatakan, pasukannya telah memukul mundur pasukan Rusia yang mencoba merangsek masuk ke Kyiv. Pasukan juga masih mempertahankan kota Chernihiv, di timur laut Kyiv, sekaligus menghalangi masuknya Rusia ke arah ibu kota.

Gubernur Chernihiv menuturkan bahwa kota itu secara efektif dikepung oleh pasukan Rusia. Sedangkan di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, yang terus menerus dibombardir sejak awal perang.

Polisi melaporkan empat orang tewas akibat penembakan di sebuah pusat pendistribusian bantuan kemanusiaan. Namun, Rusia membantah menargetkan warga sipil.

Rusia kera menyebut tindakannya di Ukraina sebagai operasi militer khusus untuk melucuti senjata tetangganya. Sedangkan Ukraina dan sekitu-sekutu Baratnya menyebutnya sebagai perang agresi tidak beralasan, dan mengatakan tujuan sebenarnya Rusia adalah untuk menggulingkan pemerintah yang dianggap Presiden Vladimir Putin sebagai negara tidak sah. Karena tidak dapat merebut kota, Rusia terpaksa menggempurnya dengan artileri dan serangan udara. Pelabuhan timur Mariupol masih dikepung sejak awal perang. Puluhan ribu orang juga diyakini masih terperangkap di dalam kota tanpa akses ke makanan, obat-obatan, listrik atau pemanas.

Di sisi lain, terkait pengusiran Rusia dari anggota kelompok G20, Kremlin mengatakan pada Jumat bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi jika Amerika Serikat dan sekutunya berhasil mengusir Rusia dari keanggotaan G20. Pasalnya, banyak anggota G20 yang tetap perang ekonomi dengan Rusia. (afp/sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com