Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penumpang turun dari kereta Allegro terakhir dari St Petersburg, Rusia, di stasiun kereta api pusat di Helsinki, Finlandia pada 27 Maret 2022. Layanan kereta Allegro, salah satu dari sedikit rute yang tersisa dari Rusia ke UE dihentikan sementara mulai 28 Maret 2022. (FOTO: ALESSANDRO RAMPAZZO / AFP)

Penumpang turun dari kereta Allegro terakhir dari St Petersburg, Rusia, di stasiun kereta api pusat di Helsinki, Finlandia pada 27 Maret 2022. Layanan kereta Allegro, salah satu dari sedikit rute yang tersisa dari Rusia ke UE dihentikan sementara mulai 28 Maret 2022. (FOTO: ALESSANDRO RAMPAZZO / AFP)

Update Perang di Ukraina: Zelensky Pertimbangkan Netralitas, Hingga Soal Evakuasi Paksa

Senin, 28 Maret 2022 | 13:57 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksy mengatakan bahwa negosiator Ukraina sedang mempelajari permintaan pemerintah Rusia untuk netralitas Ukraina. Ini menjadi isu utama yang dikedepankan Rusia dalam negosiasi konflik. Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.

“Poin negosiasi ini dapat saya mengerti dan sedang dibahas, sedang dipelajari dengan cermat,” kata Zelensky kepada beberapa organisasi berita independen Rusia, Minggu (28/3). Dia juga mengakui akan mustahil untuk mendorong Rusia keluar dari semua wilayah Ukraina.

Advertisement

Regulator media Rusia memperingatkan media bahwa mereka dapat diselidiki jika mereka menyiarkan wawancara tersebut.

Pembicaraan Baru Rusia-Ukraina

Negosiator Rusia dan Ukraina akan mengadakan pembicaraan baru pada Senin (28/3) atau Selasa (29/3) di Turki, meskipun pembicaraan sebelumnya gagal mencapai gencatan senjata.

Upaya Evakuasi Mariupol

Pemerintah Prancis, Turki, dan Yunani sedang mengerjakan operasi kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil dari kota selatan Mariupol yang hancur, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Baca juga: Ukraina Meluncurkan Museum NFT untuk Simpan Memori Perang

Sekitar 170.000 warga sipil terperangkap di kota itu tanpa makanan, air, atau, obat-obatan yang memadai. Kota itu menjadi debu oleh serangan Rusia, kata Kementerian Luar Negeri Ukraina.

Biden Menarik Pernyataan Soal Putin

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mundur dari pernyataan mengejutkannya bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putin tidak bisa tetap berkuasa. Namun ia menjawab ‘tidak’ ketika ditanya apakah Biden telah menyerukan perubahan rezim.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken mencoba meredakan kehebohan atas pernyataan tersebut. Ia mengatakan bahwa poin Biden adalah bahwa Putin tidak dapat diberdayakan untuk berperang, atau terlibat dalam agresi terhadap Ukraina, atau siapa pun.

“Seperti yang Anda dengar, kami katakan berulang kali, kami tidak memiliki strategi perubahan rezim di Rusia atau di mana pun dalam hal ini,” tambah Blinken.

NATO Bukan untuk Perubahan Rezim

Kanselir Jerman Olaf Scholz juga bereaksi terhadap komentar Biden, mengatakan bahwa mengubah rezim di Rusia bukanlah tujuan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Ukraina: Rusia Ingin Membagi Ukraina

Otoritas Ukraina mengatakan bahwa Rusia mungkin bertujuan untuk membagi negara itu menjadi versi Korea Utara dan Selatan karena, kegagalan Putin untuk menguasai Kyiv dan menghapus pemerintah Ukraina.

Baca juga: Pembicaraan Ukraina-Rusia Akan Dilanjutkan, Demikian Situasi Lengkapnya

Keheningan Oscar untuk Ukraina

Bintang-bintang Hollywood mengheningkan cipta di acara Oscar pada Minggu untuk menunjukkan dukungan bagi rakyat Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia.

Kemungkinan Pemungutan Suara

Kepala wilayah separatis Lugansk Ukraina mengatakan akan mengadakan referendum untuk menjadi bagian dari Rusia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko mengecam usulan itu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Rusia untuk merusak kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

3,8 Juta Pengungsi

Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNHCR, mengatakan 3.821.049 warga Ukraina telah meninggalkan negara itu. Jumlahnya meningkat 48.450 dari jumlah hari sebelumnya. Sekitar 90% di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, sementara sekitar 6,5 juta orang mengungsi di Ukraina.

ICRC Bantah Soal Evakuasi Paksa

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) membantah tuduhan bahwa mereka membantu mengatur atau melakukan evakuasi paksa warga Ukraina ke Rusia. “Kami tidak akan mendukung operasi apa pun yang bertentangan dengan keinginan dan prinsip kami,” kata organisasi kemanusiaan yang berbasis di Jenewa itu dalam sebuah pernyataan.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN