Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang berkobar di salah satu lokasi industri penyimpanan bahan bakar di Lutsk, Ukraina barat laut, diakibatkan oleh penembakan militer Rusia pada 27 Maret 2022. (FOTO: State Emergency Service of Ukraine / AFP)

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang berkobar di salah satu lokasi industri penyimpanan bahan bakar di Lutsk, Ukraina barat laut, diakibatkan oleh penembakan militer Rusia pada 27 Maret 2022. (FOTO: State Emergency Service of Ukraine / AFP)

Update Perang di Ukraina: Negosiasi Rusia-Ukraina Dilanjutkan, Hingga Kerugian US$ 564,9 Miliar

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:53 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Rusia dan Ukraina memulai pembicaraan tatap muka pertama dalam beberapa minggu di Istana Dolmabahce, Istanbul, Turki untuk mencoba dan mengakhiri perang lima minggu yang telah menewaskan sekitar 20.000 jiwa. Berikut adalah perkembangan terbaru perang di Ukraina.

Menyambut para delegasi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kedua pihak memiliki kekhawatiran yang logis. Ia mendesak kedua negara untuk mengakhiri konflik. “Seluruh dunia sedang menunggu kabar baik dari Anda,” katanya.

Tidak Menukar Kedaulatan

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menuntut demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Tujuannya agar Ukraina menjadi negara netral, pemerintah Ukraina mengakui wilayah Donbas yang memisahkan diri, serta mengakui bahwa semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia bukan lagi bagian dari Ukraina.

Baca juga: Sambut PM Singapura, Biden Hadapi Tantangan di Asia

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan bahwa pembicaraan akan fokus pada pelonggaran situasi kemanusiaan. Menurutnya, hanya ada sedikit ruang untuk kesepakatan tentang tuntutan teritorial Putin. “Kami tidak memperdagangkan orang, tanah, dan kedaulatan,” katanya, Selasa (29/3).

Gedung Pemerintahan Mykolaiv Diserang

Serangan militer Rusia telah menghantam gedung pemerintah daerah di Mykolaiv, Ukraina selatan, kata Gubernur Vitaly Kim. Ia mengatakan, kebanyakan orang di dalam gedung dapat melarikan diri tetapi beberapa warga sipil dan tentara belum ditemukan.

Kerugian Mencapai US$ 564,9 Miliar

Sementara itu, Menteri Ekonomi Ukraina Yulia Svyrydenko mengatakan di media sosial Facebook bahwa serangan telah merugikan negaranya sekitar US$ 564,9 miliar termasuk kerusakan langsung, yang bisa berdampak pada perdagangan dan kegiatan ekonomi.

5.000 Tewas di Mariupol

Pejabat senior Ukraina mengatakan sedikitnya 5.000 orang telah dimakamkan di kota selatan Mariupol yang terkepung sejak serangan Rusia. Tetapi jasad para korban tidak dikumpulkan selama 10 hari terakhir, di tengah berlanjutnya penembakan Rusia.

Kementerian Luar Negeri menggambarkan situasi kemanusiaan di kota itu sebagai bencana.

Inggris: Kelompok Wagner di Ukraina

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa Grup Wagner Rusia telah mengerahkan tentara bayaran ke Ukraina timur. Dikatakan, lebih dari 1.000 tentara diperkirakan akan berpartisipasi dalam perang setelah kemunduran Rusia.

PBB Usahakan Gencatan Senjata

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang mengusahakan gencatan senjata untuk alasan kemanusiaan, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Antonio Guterres. Ia mengumumkan telah menugaskan Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Martin Griffiths untuk menjajaki kemungkinan kesepakatan kedua negara.

Anggaran AS Termasuk Bantuan Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperkenalkan usulan anggaran dengan peningkatan 4% dalam pembelanjaan pertahanan dan suntikan dana sebesar US$ 6,9 miliar untuk Ukraina dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Di luar itu, sebanyak US$ 1 miliar dialokasikan untuk upaya pemerintah melawan pengaruh Rusia.

Pertempuran Sengit di Sekitar Kyiv

Serangan Rusia di dekat Kyiv memutus aliran listrik ke lebih dari 80.000 rumah, kata para pejabat. Pihaknya menekankan bahaya yang dihadapi ibu kota, terlepas dari mundurnya militer Rusia untuk fokus di Ukraina timur.

“Musuh mencoba menerobos koridor di sekitar Kyiv dan memblokir rute transportasi,” kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Ganna Malyar.

Baca juga: Rupiah Lesu di Tengah Harapan Damai Perundingan Rusia-Ukraina

Koran Harian Rusia Dibungkam

Surat kabar independen terkemuka Rusia Novaya Gazeta, yang pemimpin redaksinya tahun lalu dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, menangguhkan publikasi sampai akhir perang di Ukraina.

Surat kabar tersebut dikatakan telah melanggar sensor Rusia karena melaporkan perang. Sementara redaksi media tersebut mengatakan bahwa pihaknya mengambil keputusan untuk menyelamatkan satu sama lain.

Status 'Tidak Ramah'

Pemerintah Rusia mengatakan sedang bersiap untuk membatasi masuk ke negara itu, bagi warga negara dari negara-negara yang dikategorikan tidak bersahabat, termasuk Inggris, negara anggota Uni Eropa, dan AS. Ini menjadi aksi pembalasan atas sanksi Barat terhadap negara itu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com