Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin (dua dari kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (dua dari kiri) di Pentagon, Washington, DC pada 28 Maret 2022. (FOTO: MANDEL NGAN / AFP)

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin (dua dari kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (dua dari kiri) di Pentagon, Washington, DC pada 28 Maret 2022. (FOTO: MANDEL NGAN / AFP)

Sambut PM Singapura, Biden Hadapi Tantangan di Asia

Selasa, 29 Maret 2022 | 18:53 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menyambut Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada Selasa (29/3), dalam kesempatan untuk mengatasi tantangan penting AS di seluruh Asia. Kedua pemimpin akan tampil bersama di media, setelah kembali dari perjalanan berisiko tinggi ke Eropa yang berfokus pada perang Rusia melawan Ukraina.

Biden dan Lee akan bertemu di Ruang Oval Gedung Putih pada pukul 10:35 (1435 GMT). Pertemuan itu akan memberi Biden kesempatan yang disambut baik untuk mempelajari poros ke Asia, yang telah lama digembar-gemborkan oleh pemerintah AS.

Advertisement

“Kami sangat senang (menjadi tuan rumah bagi Lee), karena kami percaya bahwa kemitraan strategis AS-Singapura sangat kuat dan berharga bagi kedua negara, serta telah mendukung perdamaian dan kemakmuran di seluruh Indo Pasifik,” kata pejabat senior AS, Selasa.

Baca juga: Perang di Ukraina: Pasukan Ukraina Merebut Irpin, Hingga Kerugian US$ 564,9 Miliar

Pemerintahan Biden telah berulang kali mencirikan kawasan Asia Pasifik, khususnya meningkatnya pengaruh komunis Tiongkok, sebagai masalah strategis nomor satu bagi AS.

Dua ekonomi terbesar dunia tersebut berselisih soal perdagangan dan hak asasi manusia (HAM). Lebih luas lagi, Biden menggambarkan bahwa ada perjuangan yang menentukan di abad ke-21 antara otokrasi dan demokrasi dunia.

Tetapi kekhawatiran tentang Tiongkok terdorong mundur oleh keadaan darurat di Eropa, menyusul serangan Rusia ke Ukraina yang pro Barat.

Bahkan percepatan program nuklir Korea Utara yang mengkhawatirkan, termasuk uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) pekan lalu, telah dibayangi oleh kampanye berdarah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Serangan Ukraina Membayangi Pertemuan

Tak pelak, ketika Lee bertemu Biden, isu Ukraina akan tampak besar.

Pemerintah Singapura telah mengumumkan pada Februari 2022 bahwa pihaknya bergabung dengan kekuatan pro Barat lainnya dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, termasuk dengan memblokir transaksi keuangan.

Negara kota itu jarang menjatuhkan sanksi kepada negara-negara lain tanpa dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tetapi Menteri Luar Negeri (Menlu) Vivian Balakrishnan menyebutkan tentang gravitasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari krisis tersebut.

“Presiden dan perdana menteri akan bertemu pada waktu yang sangat kritis, di mana tatanan internasional berbasis aturan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata pejabat AS tanpa menyebut nama, dilansir dari AFP.

Baca juga: Oligarki Rusia Abramovich, Negosiator Ukraina, Diduga Diracuni

Ia mengatakan, penghancuran perbatasan internasional oleh Putin menimbulkan ancaman tidak hanya bagi Eropa, tetapi juga bagi Indo Pasifik.

Gedung Putih mengatakan bahwa ketika diskusi beralih ke Tiongkok, Biden akan meningkatkan upaya untuk memastikan kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka. “Kemitraan keamanan AS-Singapura sangat, sangat penting bagi Amerika Serikat,” kata pejabat AS itu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN