Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengemudi mengantre untuk bahan bakar di pompa bensin Shell di Nairobi, Kenya pada 4 April 2022, ketika negara mulai kekurangan bahan bakar utama. (FOTO: SIMON MAINA / AFP)

Pengemudi mengantre untuk bahan bakar di pompa bensin Shell di Nairobi, Kenya pada 4 April 2022, ketika negara mulai kekurangan bahan bakar utama. (FOTO: SIMON MAINA / AFP)

Nilai Aset Shell Terpangkas US $5 Miliar Setelah Keluar dari Rusia

Kamis, 7 April 2022 | 16:15 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

LONDON, investor.id – Raksasa energi Inggris Shell memperingatkan bahwa mereka akan mencatat penurunan nilai aset hingga US$ 5 miliar (4,6 miliar euro) jika keluar dari Rusia, terpangkas menyusul serangan militer Rusia ke Ukraina.

Penurunan dari aset dan biaya tambahan yang berkaitan dengan kegiatan Rusia diperkirakan antara US$ 4-5 miliar pada kuartal I-2022, kata Shell dalam pernyataan resminya pada Kamis (7/4), setelah baru-baru ini mengisyaratkan penarikan bertahap.

Baca juga: AS ke Indonesia: Akan Boikot Konferensi G20 Jika Rusia Hadir

Berita itu muncul setelah perusahaan energi besar yang terdaftar di London tersebut mengumumkan pada akhir Februari 2022 bahwa mereka akan menjual sahamnya di semua usaha patungan (joint ventures/ JV) dengan raksasa energi negara Rusia Gazprom, setelah pemerintah Rusia melancarkan serangannya ke Ukraina.

Kelompok itu mengatakan pada saat pembentukan bahwa usaha itu bernilai sekitar US$ 3 miliar.

Shell kemudian mengumumkan pada Maret 2022 bahwa mereka akan menarik diri dari gas dan minyak Rusia, sejalan dengan kebijakan pemerintah Inggris. Pihaknya juga segera menghentikan pembelian minyak mentahnya di pasar spot.

Perusahaan juga telah meminta maaf karena membeli kargo minyak Rusia dengan diskon besar, menambahkan bahwa itu seharusnya tidak terjadi.

Namun, Shell mengungkapkan pada Kamis bahwa pihaknya akan terus memenuhi kontrak pembelian bahan bakar dari Rusia yang telah ditandatangani sebelum perang Ukraina.

“Shell belum memperbarui kontrak jangka panjang untuk minyak Rusia dan hanya akan melakukannya di bawah arahan pemerintah yang eksplisit. Tetapi kami secara hukum berkewajiban untuk menerima pengiriman minyak mentah yang dibeli berdasarkan kontrak yang ditandatangani sebelum penyerangan,” tulisnya dalam pernyataan itu.

Kelompok itu memperingatkan bahwa keadaan pasar minyak global tetap bergejolak, setelah harga meroket mendekati level rekor bulan lalu akibat konflik.

Pemerintah Inggris, dengan ketergantungan yang jauh lebih sedikit pada energi Rusia daripada negara-negara Eropa lainnya, berencana menghentikan impor minyak secara bertahap pada akhir tahun hingga berhenti mengimpor gasnya.

Berbagai perusahaan internasional telah berhenti melakukan bisnis di Rusia sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Harga Minyak Melonjak

Saingan utama Shell, BP, juga telah mengumumkan kepergiannya.

BP mengatakan pada akhir Februari 2022 bahwa mereka akan menarik 19,75% sahamnya di raksasa energi negara Rosneft, mengakhiri lebih dari tiga dekade investasi di Rusia.

Laba kuartal pertama Shell dijadwalkan rilis pada 5 Mei 2022.

Baca juga: Update Perang di Ukraina: Warga Timur Ukraina Diminta Mengungsi hingga Rentetan Sanksi Rusia

Perusahaan tersebut berbanding terbalik dari keuntungan besar-besaran tahun lalu, karena harga minyak dan gas melonjak akibat pulihnya permintaan dan kerusuhan geopolitik.

Laba bersih mencapai US$ 20,1 miliar setelah kerugian setelah pajak US$ 21,7 miliar pada 2020, karena ekonomi dibuka kembali dari penguncian pandemi.

Krisis Ukraina kemudian mengirimkan gelombang kejutan di pasar minyak global karena Rusia adalah salah satu produsen utama.

Harga minyak meroket mendekati rekor level US$ 140 per barel pada awal Maret 2022, meskipun sejak itu turun kembali ke sekitar US$ 100 per barel karena harapan pembicaraan damai.

Shell tahun ini mengalihkan kantor pusat dari Belanda ke Inggris setelah satu abad dan menghapus Royal Dutch dari namanya. Langkah ini bertujuan untuk menyederhanakan pengaturan pajak dan saham.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com