Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel swab dari seorang pria untuk tes virus corona Covid-19 di tempat pengumpulan swab di Beijing, Tiongkok pada 12 April 2022. (FOTO: NOEL CELIS / AFP)

Seorang petugas kesehatan mengambil sampel swab dari seorang pria untuk tes virus corona Covid-19 di tempat pengumpulan swab di Beijing, Tiongkok pada 12 April 2022. (FOTO: NOEL CELIS / AFP)

Kasus Covid-19 di Shanghai Cetak Rekor, Sejumlah Kota di Tiongkok Terapkan Lockdown

Sabtu, 16 April 2022 | 22:19 WIB
Fajar Widhiyanto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Shanghai melaporkan rekor jumlah kasus Covid-19 bergejala pada Sabtu (16/4/2022), sementara sejumlah daerah lain di Tiongkok menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas publik menyusul upaya pemerintah setempat yang menggelar langkah dan pendekatan "pembersihan dinamis" yang bertujuan untuk membasmi varian Omicron Covid-19 yang sangat menular.

Zona Ekonomi Bandara Zhengzhou, pusat manufaktur Tiongkok yang di dalamnya beroperasi Apple Inc Foxconn juga dilaporkan telah menerapkan lockdown selama 14 hari dimulai pada Jumat (15/4/2022). Langkah ini disebutkan akan disesuaikan dengan situasi epidemi.

Advertisement

Sementara itu di barat laut, kota Xian pada hari Jumat mendesak penduduk untuk menghindari melakukan perjalanan yang tidak perlu di luar perumahan mereka, dan mendorong sejumlah perusahaan agar menerapkan work from home bagi para karyawannya, atau tinggal di tempat kerja mereka, setelah puluhan warga terinfeksi Covid-19 pada April ini.

Tak ayal situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran atas potensi mengganggu rantai pasok industri. Belakangan seorang pejabat pemerintah daerah Xian pada hari Sabtu menanggapi kekhawatiran warga dengan mengatakan bahwa pengumuman yang dilansir pemerintah setempat bukanlah keputusan lockdown, dan pihaknya menyebut  tidak akan memberlakukan lockdown di Xian.

Shanghai, yang menjadi pusat wabah baru-baru ini di China, melaporkan rekor 3.590 kasus bergejala di tanggal 15 April, serta 19.923 kasus tanpa gejala. Jumlah kasus tanpa gejala sedikit naik dari 19.872 kasus pada hari sebelumnya.

Kasus yang terjadi di Shanghai menjadi  kasus terbesar secara nasional, kendati sebagian besar dari 25 juta penduduknya tengah menjalani lockdown. Nah, penerapan kebijakan pembatasan aktivitas yang cukup lama ini belakangan mulai mengganggu rantai pasok, salah satunya keterlambatan pengiriman produk sejumlah perusahaan termasuk Apple. Para ekonom memandang situasi ini pada akhirnya bisa membebani pertumbuhan ekonomi negara Tirai Bambu di tahun ini.

Bank Sentral China sendiri pada Jumat malam telah memangkas jumlah uang tunai cadangan yang harus dimiliki bank, untuk meredam terjadinya penurunan tajam dalam pertumbuhan.

Pada hari yang sama seorang kepala perusaaan produsen mobil listrik China, Xpeng  (Guangzhou Xiaopeng Motors Technology Co Ltd) mengatakan bahwa pabriknya bisa jadi harus menangguhkan produksi untuk Mei  jika pemasok di Shanghai dan sekitarnya tidak dapat melanjutkan pekerjaan.

Kota Suzhou, dekat Shanghai, pada hari Sabtu diberitakan telah mewajibkan semua pekerja untuk work from home, sementara komplek-komplek perumahan dan kampus telah melarang keluar masuk orang dan kendaraan yang dianggap tidak perlu. Suzhou diberitakan telah melaporkan lebih dari 500 kasus infeksi dalam gelombang terbaru kali ini.

Di kawasan industri Zhengzhou, hanya personel dengan izin yang valid, memiliki kode kesehatan yang sah, serta memiliki bukti tes Covid-19 negatif yang dapat meninggalkan zona selama periode tersebut, meskipun "kendaraan khusus" akan diberikan izin melakukan perjalanan secara normal untuk alasan pekerjaan, demikian disampaikan Otoritas Zona Ekonomi Zhengzhou dalam sebuah postingan di akun pesan instan WeChat resmi, yang dilansir Reuters, Sabtu (16/4/2022). Namun demikian pihak Foxconn, nama dagang yang digunakan Hon Hai Precision Industry Co Ltd, pada hari Kamis lalu mengatakan bahwa fasilitas industri Zhengzhou telah diawasi bersama dengan pemerintah lewat badan pengendalian epidemi. Sehingga operasional pabrik dikawasan tersebut dilaporkan berjalan secara normal.

Secara keseluruhan, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok pada hari Sabtu melaporkan 24.791 kasus baru Covid-19 pada 15 April, dengan 3.896 di antaranya merupakan kasus bergejala dan 20.895 tidak menimbulkan gejala. Naik dibanding sehari sebelumnya yang sebanyak 24.268 kasus baru, dengan 3.486 kasus infeksi bergejala dan 20.782 infeksi tanpa gejala.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN