Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita melewati plang nama bertuliskan Reserve Bank Australia yang terpampang pada dinding gedung. ( Foto: William West / AFP / Getty Images )

Seorang wanita melewati plang nama bertuliskan Reserve Bank Australia yang terpampang pada dinding gedung. ( Foto: William West / AFP / Getty Images )

Australia Naikkan Suku Bunga, Pertama Kali setelah Lebih dari Satu Dekade

Selasa, 3 Mei 2022 | 21:21 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunganya untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. RBA pada Selasa (3/5/2022) mengumumkan bahwa suku bunga akan dinaikkan 25 basis poin menjadi 0,35% — kenaikan suku bunga pertama sejak November 2010.

Keputusan bank sentral yang diambil menjelang pertemuan bulan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) ini melampaui perkiraan para analis. Sebagian besar analis memperkirakan peningkatan yang lebih rendah, yaitu tidak lebih tinggi dari 15 basis poin.

Langkah ini diperkirakan secara luas sebagai upaya untuk menekan inflasi yang meroket. Inflasi tercatat telah mencapai tingkat tahunan 5,1% dan telah membawa kenaikan harga pada tingkat tercepat dalam dua dekade.

Philip Lowe, gubernur Reserve Bank of Australia, mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menarik beberapa “dukungan moneter luar biasa” yang diberlakukan untuk membantu ekonomi Australia selama pandemi.

“Ekonomi telah terbukti tangguh dan inflasi meningkat lebih cepat ke tingkat yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Ada juga bukti bahwa pertumbuhan upah meningkat. Mengingat hal ini, dan tingkat suku bunga yang sangat rendah, adalah tepat untuk memulai proses normalisasi kondisi moneter,” kata Lowe dalam sebuah pernyataan yang dikutip cnbc.com, Selasa (4/5/2022).

Kenaikan itu lebih dari perkiraan analis menyebut angka 15 basis poin menjadi 0,25%, menurut perkiraan median dari jajak pendapat Reuters terhadap 32 ekonom.

Shane Oliver, kepala strategi investasi dan kepala ekonom di perusahaan jasa keuangan Australia AMP mengatakan, skala kenaikan suku bunga berada di atas ekspektasi pasar. Dia mengatakan “RBA tampaknya telah menerima sebagian argumen bahwa ia harus melakukan sesuatu yang menentukan untuk memberi sinyal tekadnya untuk menurunkan inflasi kembali.”

Analis telah secara luas memperkirakan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga, mengingat kenaikan inflasi yang cepat. Harga makanan, bensin, dan barang konsumsi lainnya semuanya naik pada kuartal terakhir.

Data pekan lalu menunjukkan bahwa indeks harga konsumen Australia melonjak 2,1% untuk kuartal I-2022, melebihi ekspektasi kenaikan 1,7. Pada basis tahunan, inflasi konsumen meroket 5,1% — tertinggi sejak 2001 dan lebih tinggi dari ekspektasi untuk kenaikan 4,6%.

Lowe mengakui dalam pernyataannya bahwa inflasi telah meningkat lebih dari yang diharapkan, meskipun tetap lebih rendah daripada di sebagian besar negara maju lainnya. “Kenaikan inflasi ini sebagian besar mencerminkan faktor global. Tetapi kendala kapasitas domestik semakin berperan dan tekanan inflasi telah meluas, dengan perusahaan lebih siap untuk melewati kenaikan biaya harga konsumen,” kata dia.

Kenaikan harga lebih lanjut diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, tetapi karena gangguan sisi pasokan teratasi, Lowe mengatakan inflasi diperkirakan akan turun kembali ke kisaran target negara antara 2% hingga 3%.

Lowe menambahkan, prospek produk domestik bruto Australia juga “tetap positif” dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,25% selama tahun 2022 dan 2% tahun depan. Namun, dia mencatat ada ketidakpastian yang dapat memukul ekonomi global, seperti perang Rusia-Ukraina dan gangguan covid di Tiongkok.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN