Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto Ilustrasi: Bitcoin

Foto Ilustrasi: Bitcoin

Bitcoin di Bawah US$ 30.000, Turun 56% dari Level Tertinggi

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:46 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Pada titik harga terendahnya, aset kripto (cryptocurrency) paling populer di dunia itu turun lebih dari 12%, atau lebih dari 56% dari harga tertinggi sepanjang masa November 2021 seharga kurang lebih US$ 69.000.

Terakhir kali bitcoin diperdagangkan di bawah US$ 30.000 adalah pada Juli 2021, ketika aset digital tersebut diperdagangkan serendah US$ 29.839,80. Yuya Hasegawa, analis pasar kripto di pertukaran bitcoin Jepang Bitbank, sebelumnya mengatakan kepada CNBC bahwa bitcoin perlu mempertahankan tingkat harga psikologis utama di level US$ 33.000 untuk mencegah penurunan lebih lanjut dari sentimen teknis.

Baca juga: Gawat! Bitcoin Diprediksi Bisa Anjlok Dibawah US$ 30.000

Penurunan harga terjadi di tengah aksi jual dua hari yang meluas, menjerat sebagian besar pasar kripto dan ekuitas.

Pasar kripto, yang diperdagangkan setiap hari, turun hampir 10% dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap. Sementara itu ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada Senin, dengan S&P 500 jatuh ke level terendah dalam lebih dari setahun.

Saham telah mengalami penurunan yang stabil sejak Kamis (5/5), ketika Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite masing-masing membukukan penurunan satu hari terburuk sejak 2020.

Baca juga: Wow.. Beli Gucci Bisa Gunakan Bitcoin, Shiba Inu (SHIB), dan Dogecoin 

Selama setahun terakhir, bitcoin dan aset kripto utama lainnya telah melacak pergerakan saham teknologi. Beberapa analis mengatakan bahwa korelasi erat antara bitcoin dan Nasdaq ini menantang argumen bahwa aset kripto berfungsi sebagai lindung nilai (hedging) inflasi.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

BAGIKAN