Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beberapa waktu lalu, Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama pertemuan puncak virtual dari Ruang Roosevelt Gedung Putih, Washington, DC. (FOTO: MANDEL NGAN / AFP)

Beberapa waktu lalu, Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama pertemuan puncak virtual dari Ruang Roosevelt Gedung Putih, Washington, DC. (FOTO: MANDEL NGAN / AFP)

AS Bahas Penghapusan Tarif Produk Tiongkok untuk Atasi Inflasi

Rabu, 11 Mei 2022 | 08:12 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Amerika Serikat (S) Joe Biden mengatakan bahwa dirinya bisa menurunkan beberapa tarif yang dikenakan terhadap impor produk Tiongkok untuk membantu mengendalikan kenaikan harga konsumen di AS.

Gedung Putih sedang meninjau regulasi yang mulai diberlakukan pada era mantan Presiden Donald Trump – yang menaikkan tarif poduk Tiongkok untuk segala hal mulai dari popok hingga pakaian dan furnitur. Bahkan, AS bisa memilih untuk menghapus sama sekali pengenaan tarif tersebut.

Advertisement

“Kami sedang melihat apa yang akan memiliki dampak paling positif,” kata Biden dalam pidatonya di Washington pada hari Selasa (10/5/2022) waktu setempat. Ia menyebut menambahkan bahwa penghapusan tarif saat ini sedang dibahas.

Trump mengenakan serangkaian hukuman finansial atas barang-barang Tiongkok dalam perang dagang yang berlangsung lama dengan Beijing dalam upaya untuk meningkatkan daya saing barang-barang buatan Amerika.

Sejauh mana penghapusan pajak Trump atas produk-produk Tiongkok akan mendinginkan inflasi menjadi perdebatan di antara para ekonom. Akan tetapi, banyak yang mengatakan pelonggaran atau penghapusan tarif sama sekali adalah di antara sedikit opsi yang tersedia bagi Gedung Putih yang ingin menarik setiap tuas yang tersedia untuk meringankan biaya.

Presiden Biden menegaskan kembali bahwa kombinasi protokol Covid-19 di dalam dan luar negeri dan invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina telah menyebabkan harga di AS melonjak dengan kecepatan tercepat sejak awal 1980-an.

“Saya ingin setiap orang Amerika tahu bahwa saya menangani inflasi dengan sangat serius,” kata Biden. “Penyebab pertama inflasi adalah pandemi sekali dalam satu abad. Tidak hanya mematikan ekonomi global kita, itu membuat rantai pasokan dan permintaan benar-benar rusak,” ujar Biden seperti dilaporkan CNBC.

Para ekonom mengatakan kombinasi pandemi – terutama upaya Tiongkok baru-baru ini untuk mengekang kasus Covid-19 yang meningkat kembali – dan perang di Ukraina menjadi penyebab utama atas kenaikan inflasi 8,5% selama tahun lalu hingga Maret, angka tertinggi sejak 1981.

Sementara itu, sejumlah ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa inflasi bakal naik 8,1% dalam 12 bulan yang berakhir pada April lalu.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN