Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Walikota Kyiv Vitali Klitschko (kiri), Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Annalena Baerbock (kanan), dan Menlu Belanda Wopke Hoekstra (tengah) melihat-lihat jalan-jalan di ibu kota Ukraina, Kyiv dalam kunjungan mendadak pada 10 Mei 2022. (FOTO: SERGEI SUPINSKY / AFP)

Walikota Kyiv Vitali Klitschko (kiri), Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Annalena Baerbock (kanan), dan Menlu Belanda Wopke Hoekstra (tengah) melihat-lihat jalan-jalan di ibu kota Ukraina, Kyiv dalam kunjungan mendadak pada 10 Mei 2022. (FOTO: SERGEI SUPINSKY / AFP)

Update Perang di Ukraina: Tentara Rusia Mundur dari Kharkiv hingga Kemungkinan Putin Siapkan Konflik Panjang

Rabu, 11 Mei 2022 | 18:41 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa tentara Rusia sedang diusir mundur dari kota timur laut Kharkiv. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan ada kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempersiapkan konflik berkepanjangan di Ukraina.

Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.

Advertisement

Zelensky: Rusia Mundur dari Kharkiv

Zelensky mengatakan bahwa tentara Rusia mundur dari kota timur laut Kharkiv, setelah serangan balasan Ukraina di daerah dekat perbatasan Rusia.

“Para penjajah secara bertahap didorong pergi,” katanya, Rabu (11/5).

Baca juga: ECB: Kenaikan Suku Bunga Setelah Juli

Gubernur wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov, menegaskan bahwa pemerintah Ukraina telah merebut kembali beberapa desa di timur laut kota terbesar kedua di negara itu.

“Dengan demikian, musuh didorong lebih jauh dari Kharkiv dan penjajah memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menembak ke pusat regional,” tambah Synegubov.

AS: Putin Bersiap untuk Perang Panjang

Putin tidak akan mengakhiri perang Ukraina dengan operasi militer di wilayah Donbas timur, kata Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Avril Haines. Ia memperingatkan, Putin bisa membuat permainan untuk wilayah Transnistria yang memisahkan diri di tetangga Ukraina di sebelah barat, Moldova.

“Kami menilai Presiden Putin sedang mempersiapkan konflik berkepanjangan di Ukraina, di mana dia masih berniat untuk mencapai tujuan di luar Donbas,” kata Haines pada sidang Senat.

Ia juga menyampaikan bahwa Putin dapat memerintahkan darurat militer di Rusia untuk mendukung ambisinya di Ukraina, tetapi akan menggunakan senjata nuklir hanya jika dia menganggap Rusia menghadapi ancaman eksistensial.

Rocker Pussy Riot Tinggalkan Rusia

Seorang anggota kelompok aktivis politik punk rock Pussy Riot Rusia Maria Alyokhina telah meninggalkan Rusia dengan menyamar sebagai kurir pengiriman makanan.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, wanita berusia 33 tahun itu mengatakan bahwa dirinya pertama kali menyeberang ke negara tetangga Belarusia, sekutu Rusia, sebelum tiba di Lithuania yang adalah negara anggota Uni Eropa (UE).

Alyokhina menghadapi hukuman penjara karena melakukan protes mendukung kritikus Rusia yang dipenjara, Alexei Navalny. Dia telah menghabiskan dua tahun di penjara atas pertunjukan protes Pussy Riot 2012 di dalam sebuah gereja Moskow, ibu kota Rusia.

Ribuan orang Rusia telah meninggalkan negara mereka karena tindakan keras terhadap perbedaan pendapat dan sanksi yang dijatuhkan pada negara itu atas perangnya di Ukraina.

Baca juga: Presiden Korsel dan Megawati Gelar Pertemuan di Seoul

44 Jasad di Kota yang Dikuasai Rusia

Warga telah menemukan jasad 44 warga sipil di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di kota timur Izyum, yang berada di bawah kendali Rusia, kata gubernur Kharkiv.

Sebelumnya, pemerintah Rusia telah berjanji akan “membebaskan” kota pintu gerbang ke wilayah Donbas tersebut. Wilayah tersebut jatuh ke pasukan Rusia pada 1 April 2022 setelah beberapa minggu pertempuran sengit.

Parlemen AS Setujui US$ 40 Miliar Bantuan Ukraina

Anggota parlemen AS memilih untuk mengirim paket bantuan militer, ekonomi, dan kemanusiaan yang sangat besar senilai US$ 40 miliar ke Ukraina.

“Dengan paket bantuan ini, Amerika mengirimkan pesan yang bergema kepada dunia tentang tekad kami yang tak tergoyahkan untuk berdiri bersama rakyat Ukraina yang berani sampai kemenangan diraih,” kata Ketua DPR Nancy Pelosi kepada rekan-rekannya di Partai Demokrat, menjelang pemungutan suara.

Jumlah terakhir adalah US$ 6,8 miliar, lebih besar dari US$ 33 miliar yang sebelumnya diminta oleh Gedung Putih untuk membantu negara bekas Soviet itu menangkal serangan Rusia. Jika disahkan oleh Senat seperti yang diharapkan, pengeluaran AS untuk bantuan Ukraina akan menjadi sekitar US$ 54 miliar.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN