Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers di Washington, DC, pada 4 Mei 2022. (FOTO: JIM WATSON / AFP)

Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers di Washington, DC, pada 4 Mei 2022. (FOTO: JIM WATSON / AFP)

Powell Tidak Bisa Jamin Soft Landing Penerapan Upaya Kendalikan Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 09:59 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberi peringatan bahwa langkah mengendalikan inflasi dapat menyebabkan beberapa kesulitan ekonomi, tetapi penurunan inflasi menjadi prioritas utamanya. Ia juga tidak bisa menjanjikan apa yang disebut soft landing penerapan kebijakan bagi perekonomian.

The Fed menaikkan suku bunga untuk meredam kenaikan harga yang mendekati kecepatan paling tinggi dalam lebih dari 40 tahun.

Advertisement

Baca juga: Powell Lanjutkan Masa Jabatan Kedua Sebagai Gubernur The Fed

“Jadi soft landing adalah, benar-benar hanya kembali ke inflasi 2% sambil menjaga pasar tenaga kerja tetap kuat. Dan itu cukup menantang, untuk mencapai itu sekarang, karena beberapa alasan,” kata gubernur bank sentral tersebut dalam sebuah wawancara dengan Marketplace, Kamis (13/5) waktu setempat.

Dia mencatat, pasar tenaga kerja yang ketat telah mendorong upah. Dengan demikian, ini akan menghindari resesi yang kerap mengikuti pengetatan kebijakan ekonomi yang agresif. Ini juga akan menjadi tantangan.

“Jadi ini akan menantang, tidak akan mudah. Tidak seorang pun di sini berpikir bahwa itu akan mudah. Meskipun demikian, kami pikir ada jalan ... bagi kita untuk sampai ke sana,” paparnya.

Pernyataan itu diterbitkan pada hari yang sama ketika Senat mengonfirmasi Powell akan menjalani masa jabatan kedua, hampir tujuh bulan setelah Presiden AS Joe Biden pertama kali mengajukan nominasi.

The Fed pekan lalu menyetujui kenaikan suku bunga setengah poin persentase atau 50 basis poin (bps) yang mengikuti kenaikan seperempat poin atau 25 bps pada Maret 2022. Pasar memperkirakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menetapkan suku bunga akan menaikkan setengah poin lagi pada Juni 2022 dan terus meningkatkan suku bunga acuan hingga akhir tahun.

Sementara itu, Powell mengatakan dia memahami rasa sakit tambahan yang mungkin ditimbulkan oleh suku bunga yang lebih tinggi. Tetapi ia menilai The Fed perlu bertindak agresif.

Baca juga: Akhir Pekan, Investor Perlu Cermati Seri FR Ini

“Tujuan kami, tentu saja, adalah mengembalikan inflasi ke 2% tanpa ekonomi masuk ke dalam resesi. Atau, dengan kata lain, dengan pasar tenaga kerja tetap cukup kuat,” katanya.

“Itulah yang ingin kami capai. Saya pikir satu hal yang benar-benar tidak bisa kita lakukan adalah gagal mengembalikan stabilitas harga. Tidak ada ekonomi yang berhasil, ekonomi tidak akan bekerja untuk siapa pun tanpa stabilitas harga,” lanjut Powell.

Ia sempat dikritik atas keterlambatan Fed dalam menaikkan suku bunga dan menghentikan program pembelian obligasi, bahkan ketika inflasi meningkat. Selain itu, pada konferensi pers pasca pertemuannya pekan lalu, Powell membuat pernyataan yang ditafsirkan sebagai mengambil langkah yang lebih agresif seperti kenaikan 75 basis poin, di luar pembahasan.

Dia mengatakan dalam wawancara dengan Marketplace bahwa dia tidak yakin seberapa besar perbedaan yang akan terjadi untuk bertindak lebih cepat. “Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa,” imbuhnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN