Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pasar telah mengalami volatilitas yang tinggi. (Foto Ilustrasi: ANGELA WEISS / AFP)

Pasar telah mengalami volatilitas yang tinggi. (Foto Ilustrasi: ANGELA WEISS / AFP)

Mengapa Pasar Saham Terus Terjun, Ini Alasannya

Jumat, 13 Mei 2022 | 13:17 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Pasar keuangan mulai menghadapi perubahan kebijakan Federal Reserve (The Fed), karena faktor geopolitik memperumit prospek ekonomi global. Ini beberapa alasan mengapa saham terus terjun turun.

Volatilitas yang Berputar-Putar

S&P 500 sekarang telah mencatat lima penurunan mingguan secara berturut-turut, koreksi beruntun terpanjang sejak Juni 2011. Saham sempat reli awal hingga pertengahan minggu pertama Mei 2022, kemudian mengalami penurunan satu hari terbesar pada 5 Mei, sejak dimulainya pandemi. Sementara itu, bursa berjangka menunjukkan penurunan lain dalam saham Amerika Serikat (AS) pada 9 Mei.

Baca juga: Biden Komitmen US$150 Juta untuk Asean, Fokus ke Pengaruh Tiongkok

Apa yang Mendorong?

Pasar keuangan mulai menghadapi perubahan kebijakan yang menakjubkan oleh The Fed, kata kolumnis The Times Jeff Sommer.

Menurut dia, pasar telah menjadi begitu terbiasa dengan kebijakan moneter longgar Fed selama dua dekade terakhir, sehingga investor tidak tahu bagaimana harus bereaksi sekarang karena bank sentral mundur dan mencoba memperlambat ekonomi.

“Ini adalah perubahan yang sangat besar dan pasar mengalami kesulitan memrosesnya,” kata Robert Dent, ekonom senior AS untuk Nomura Securities, baru-baru ini.

Penguncian Berkelanjutan di Tiongkok Tambah Ketidakpastian

Selain itu, lonjakan inflasi, kendala pasokan, dan lonjakan harga minyak. Itu telah memperumit prospek ekonomi global, meskipun beberapa peramal Wall Street tetap optimis.

Dalam sebuah catatan penelitian yang diterbitkan kemarin, Goldman Sachs mengatakan bahwa mereka memperkirakan pemulihan di indeks ekuitas utama. “Pengetatan dalam kondisi keuangan AS cukup menyeimbangkan kembali risiko terhadap mandat Fed dan berpotensi mengatur panggung untuk stabilisasi di lingkungan pasar keuangan,” tulis catatan itu.

Saham Teknologi dan Kripto Jatuh Lagi

Awal pekan ini, Bitcoin sempat mencapai level terendah sejak Juli 2021. Perusahaan teknologi, baik pembangkit tenaga listrik global dan perusahaan rintisan (start up), juga merasakan sakitnya. Harga saham untuk Netflix, Meta, dan Peloton turun secara substansial tahun ini. Beberapa ahli strategi mengatakan bahwa harga bisa terus turun, sampai mereka kembali ke posisi semula sebelum pandemi. Bagi saham teknologi, itu akan menjadi penurunan 25% lebih lanjut. Untuk aset kripto, ini bisa menjadi penurunan lebih dari 60%.

Baca juga: Powell Tidak Bisa Jamin Soft Landing Penerapan Upaya Kendalikan Inflasi

Perusahaan Teknologi Kurangi Karyawan, Investor Terbagi

Beberapa perusahaan teknologi di AS saat ini mulai menunda perekrutan karyawan atau memutuskan hubungan kerja. Beberapa investor melihat perlambatan pertumbuhan perusahaan hanya berlangsung sementara, sementara yang lain mengatakan itu adalah tanda kemerosotan yang lebih dalam di masa depan, menurut laporan The Wall Street Journal.

Miliarder Elon Musk, di sisi lain, telah mengatakan kepada investor bahwa Twitter dapat melipatgandakan pendapatannya pada 2028.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : New York Times

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com