Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi: Hentikan Perang Sekarang Juga!

Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:44 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id  –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan untuk menghentikan perang di Ukraina sekarang juga. Perang di Ukraina selain  menciptakan tragedi kemanusiaan, juga  memperburuk perekonomian dunia. Terjadi kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi  yang sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi  pada KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Gedung Kementerian  Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Washington DC, Jumat (13/5/2022) Waktu Setempat atau Sabtu (14/5/2022) WIB.

“Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi Covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengatakan, perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara.

“Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” tegas Kepala Negara.

Ia menyatakan, peperangan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi   memprihatinkan. IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5% pada 2022 dan 0,2% pada tahun 2023.

Selain itu,  Bank Dunia juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2%.

“Bagi sebagian anggota ASEAN kenaikan 10% dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7% dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1%,” jelas Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan,  lebih dari lima dekade, ASEAN terus membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong habit of dialogue, dan rules based order. Spirit yang sama, lanjutnya, juga terus didorong di Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Pada KTT Khusus yang dihadiri  Presiden AS Joe Biden dan  para pemimpin negara-negara ASEAN, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika Serikat melalui Indo Pacific Economic Framework (IPEF).

“Tentu kerja sama di bawah IPEF harus inklusif. Saya harapkan sinergi antara IPEF dengan pelaksanaan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific)," kata Presiden Jokowi.

Saat Indonesia menjadi ketua ASEAN tahun depan, Presiden Jokowi juga menyampaikan rencananya melakukan Indo Pacific Infrastructure Forum. “Saya berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” kata Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT Khusus ASEAN-AS yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN