Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Elon Musk. (Foto: DIMITRIOS KAMBOURIS/Getty Images via AFP)

Elon Musk. (Foto: DIMITRIOS KAMBOURIS/Getty Images via AFP)

Alasan Mengapa Elon Musk Menunda Akuisisi Twitter

Minggu, 15 Mei 2022 | 17:02 WIB
Faisal Maliki Baskoro (redaksi@investor.id)

CALIFORNIA, investor.id – Elon Musk mengumumkan pada hari Jumat (13/5/2022) waktu AS bahwa kesepakatan membeli Twitter ditangguhkan sampai dia menerima lebih banyak informasi tentang berapa banyak akun palsu yang ada di platform media sosial tersebut.

CEO Tesla itu juga menambahkan bahwa dia “masih berkomitmen untuk akuisisi”.

Saham Twitter anjlok 18% dalam praperdagangan Jumat setelah Musk mencuit akan menunda akuisisi. Saham ditutup turun 9,7% pada hari Jumat.

Baca juga: Elon Penyuka Kopiko, Apakah Astronot SpaceX akan Bawa Kopiko?

Musk mengumumkan bulan lalu bahwa dia berniat untuk mengakuisisi platform medsos itu seharga US$ 44 miliar atau sekitar Rp 640 triliun dan dia sebelumnya men-tweet bahwa salah satu prioritas utamanya adalah menghapus "bot spam" dari platform tersebut.

Bahkan sebelum pengumuman hari Jumat, nilai pasar Twitter turun menjadi US$ 9 miliar di bawah harga penawaran karena kekhawatiran tentang kesepakatan tersebut.

Musk, yang diperkirakan akan menjabat sebagai CEO sementara jika kesepakatan berlanjut, harus membayar biaya perpisahan US$ 1 miliar jika dia memilih untuk pergi. Aset Musk bernilai lebih dari US$ 220 miliar.

Twitter memperkirakan dalam pengajuan awal bulan ini bahwa kurang dari 5% dari pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (monetizable daily active usage or users/mDAU) selama kuartal pertama adalah bot atau akun spam.

Baca juga: November 2022, Elon Musk Janji Kunjungi Indonesia

Sementara itu, Pendiri dan CEO BotSentinel Christopher Bouzy mengatakan bahwa analisis oleh perusahaannya menunjukkan bahwa 10% hingga 15% akun di Twitter kemungkinan "tidak autentik," termasuk akun palsu, spammer, scammers, bot jahat, duplikat, dan akun penyebar ujaran kebencian, yang biasanya menargetkan dan melecehkan individu, bersama dengan orang lain yang menyebarkan disinformasi.

Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia di atas kertas, sekarang ingin perusahaan mengonfirmasi hal ini sebelum melanjutkan kesepakatan, yang sebagian didanai oleh salah satu pendiri Oracle Larry Ellison dan perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz.

Perusahaan media sosial yang berkantor pusat di San Francisco mengatakan dalam pengajuan bahwa mereka memiliki 229 juta pengguna pada kuartal pertama yang menjadi target iklan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN