Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang pejalan kaki berjalan di depan gedung kantor pusat bank sentral Jepang (BoJ) di Tokyo pada 27 April 2022. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)

Seorang pejalan kaki berjalan di depan gedung kantor pusat bank sentral Jepang (BoJ) di Tokyo pada 27 April 2022. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)

BoJ Pertahankan Stimulus Moneter untuk Dorong Pertumbuhan

Selasa, 17 Mei 2022 | 13:24 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

TOKYO, investor.id – Bank sentral Japan (BoJ) berjanji akan mempertahankan stimulus moneter saat ini untuk menciptakan kenaikan harga, laba perusahaan, pekerjaan, dan upah yang berkelanjutan, kata wakil gubernurnya pada Selasa (17/5). Ia menepis spekulasi tentang penarikan lebih awal dari kebijakan akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Inflasi di Jepang jauh di bawah tingkat di Amerika Serikat (AS) dan di tempat lain. Tetapi BoJ tertinggal jauh di belakang bank sentral utama lainnya dalam memutar kembali stimulus selama krisis pandemi Covid-19.

Baca juga: Jepang Loloskan RUU Keamanan Ekonomi untuk Teknologi Sensitif

Di sisi lain, melonjaknya harga komoditas global dan melemahnya yen telah mendorong inflasi dorongan biaya. Hal ini meningkatkan spekulasi di kalangan investor bahwa BoJ mungkin akan beralih dari kebijakan stimulus moneternya saat ini.

Masayoshi Amamiya mengabaikan peluang BoJ keluar lebih awal dari kebijakan stimulus.

“Yang penting adalah melanjutkan pelonggaran moneter kami yang kuat untuk secara tegas mendukung aktivitas ekonomi perusahaan dan rumah tangga,” kata Amamiya kepada anggota parlemen Jepang, Selasa.

Jika stimulus moneter dikurangi sekarang, itu akan menyebabkan tekanan ke bawah pada ekonomi. Ini akan membuat inflasi 2% lebih jauh dari target, tambah Amamiya.

Amamiya dan Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki muncul di sesi parlemen yang sama. Keduanya memperingatkan terhadap pelemahan yen yang cepat, menyebut volatilitas berlebih baru-baru ini di pasar valuta asing tidak diinginkan.

Suzuki mengatakan, dirinya sedang berkomunikasi dengan pemerintah AS dan otoritas mata uang lainnya untuk menanggapi pergerakan mata uang yang sesuai, mengikuti kesepakatan negara-negara maju Kelompok Tujuh (G7) tentang mata uang.

Baca juga: Lo Kheng Hong: Diversifikasi Hanya untuk Lindungi Ketidaktahuan

Kesepakatan itu menyerukan nilai tukar yang ditentukan pasar dan kebutuhan untuk berkonsultasi dengan anggota G7 tentang tindakan di pasar mata uang, sambil mengakui efek buruk dari volatilitas berlebih dan pergerakan yang tidak teratur terhadap ekonomi.

Kementerian Keuangan, yang bertanggung jawab atas kebijakan mata uang, mengatakan bahwa Jepang masih memiliki cadangan devisa senilai US$ 1,35 triliun yang dapat digunakan bila diperlukan untuk intervensi mata uang melalui BoJ, kata Suzuki, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com