Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gambar eksposur panjang ini menunjukkan Tokyo Skyree (tengah belakang) menyala saat Bandara Internasional Haneda terlihat di antara Kawasan Industri Keihin, Kawasaki, Jepang pada 18 Mei 2022. (FOTO: PHILIP FONG / AFP)

Gambar eksposur panjang ini menunjukkan Tokyo Skyree (tengah belakang) menyala saat Bandara Internasional Haneda terlihat di antara Kawasan Industri Keihin, Kawasaki, Jepang pada 18 Mei 2022. (FOTO: PHILIP FONG / AFP)

Inflasi Jepang di Level Tertinggi dalam 7 Tahun

Jumat, 20 Mei 2022 | 08:25 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

TOKYO, investor.id – Indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang mencatat lompatan terbesar mereka dalam tujuh tahun pada April 2022, menurut data resmi yang dirilis Jumat (20/5). Angka ini didorong oleh lonjakan harga komoditas global sementara yen merosot terhadap dolar.

CPI inti (Core CPI), yang tidak termasuk makanan segar, melonjak 2,1% dari tahun ke tahun (YoY), menurut angka yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Jepang.

Baca juga: PDB Kuartal I-2022 Jepang Kontraksi 1% Akibat Corona dan Inflasi

Ini adalah pertama kalinya sejak Maret 2015 angka tersebut telah melampaui level 2,0% yang ditetapkan oleh bank sentral Jepang (BoJ) sebagai target inflasi jangka panjangnya.

Angka tersebut di luar ekspektasi pasar sebesar 2,0%, mengikuti kenaikan 0,8% pada Maret 2022. Ini merupakan kenaikan tercepat dalam lebih dari dua tahun karena harga minyak melonjak.

Tidak termasuk energi, harga-harga naik 0,8% pada April 2022, terhadap ekspektasi pasar kenaikan 0,7%.

Itu adalah angka positif pertama sejak Juli 2020, mendukung dampak melonjaknya biaya energi karena diperbesar oleh harga impor yang lebih tinggi.

Setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi harga, beberapa produsen dan toko di Jepang yang mengandalkan sumber daya impor mulai menaikkan harga.

Bulan lalu bank sentral Jepang menaikkan perkiraan inflasi setahun penuh. Tetapi pihaknya juga memberi peringatkan bahwa melihat kenaikan harga, didorong oleh lonjakan biaya komoditas sebagian disebabkan oleh perang Ukraina, sebagai tren sementara dan volatil.

Meskipun harga naik dan penurunan yen ke level terendah 20 tahun terhadap dolar, bank sentral masih mempertahankan kebijakan moneter uang longgarnya.

Baca juga: Ekonomi Global Masih Tertekan, Pemerintah Diminta Antisipasi Risiko Kenaikan Inflasi

Bank tersebut berpendapat bahwa kenaikan harga tidak akan berlangsung lama, tidak berarti target inflasinya telah tercapai.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN