Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Negara-negara yang melaporkan kasus cacar monyet yang dikonfirmasi pada manusia 1970 - 2021. (Sumber: who.int)

Negara-negara yang melaporkan kasus cacar monyet yang dikonfirmasi pada manusia 1970 - 2021. (Sumber: who.int)

WHO Konfirmasi 92 Kasus Cacar Monyet di 12 Negara

Senin, 23 Mei 2022 | 09:32 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

GENEVA, investor.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah mengonfirmasi sekitar 92 kasus dan 28 kasus dugaan cacar monyet (monkeypox). Wabah tersebut baru-baru ini dilaporkan di 12 negara di mana penyakit itu biasanya tidak ditemukan, menurut badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Wabah itu tidak biasa karena terjadi di negara-negara di mana virus tidak endemik, menurut WHO. Lebih banyak kasus kemungkinan akan dilaporkan dalam beberapa hari mendatang karena pengawasan meluas, katanya.

Advertisement

Baca juga: WHO Pelajari Hubungan Covid-19 dengan Misteri Hepatitis Anak

“WHO bekerja dengan negara-negara yang terkena dampak dan lainnya untuk memperluas pengawasan penyakit untuk menemukan dan mendukung orang-orang yang mungkin terpengaruh, serta untuk memberikan panduan tentang cara mengelola penyakit ini,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan akhir pekan lalu.

Negara-negara Eropa telah mengonfirmasi puluhan kasus dalam wabah cacar monyet terbesar yang pernah ada di benua itu, menurut militer Jerman. Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengonfirmasi setidaknya satu kasus, sementara Kanada telah mengonfirmasi dua kasus. Cacar monyet biasanya ditemukan di hutan hujan Afrika Tengah dan Barat tempat hewan pembawa virus hidup, menurut WHO.

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dalam keluarga yang sama dengan cacar tetapi tidak separah itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Namun, cacar monyet dapat mengakibatkan kematian pada sebanyak 1 dari 10 orang yang tertular penyakit ini berdasarkan pengamatan di Afrika, menurut data CDC.

Vaksin cacar 85% efektif mencegah cacar monyet berdasarkan studi observasional di Afrika, menurut WHO dan CDC.

Cacar monyet menyebar melalui kontak dekat dengan orang, hewan, atau bahan yang terinfeksi virus. Ia memasuki tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, mata, hidung dan mulut.

Meskipun penularan dari manusia ke manusia diyakini terjadi melalui tetesan pernapasan (droplet) juga, metode itu membutuhkan kontak tatap muka yang berkepanjangan karena droplet tidak dapat melakukan perjalanan lebih dari beberapa kaki, kata CDC.

Cacar monyet biasanya dimulai dengan gejala yang mirip dengan flu termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, kelelahan dan pembengkakan kelenjar getah bening, menurut lembaga tersebut. Dalam satu sampai tiga hari setelah demam, pasien mengalami ruam yang dimulai di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyakit ini biasanya berlangsung selama sekitar dua sampai empat minggu.

Baca juga: Pra-KTT Y20: Selamatkan Bumi dengan Ekonomi Sirkular

“Saat monkeypox menyebar melalui kontak dekat, responsnya harus fokus pada orang yang terkena dampak dan kontak dekat mereka,” kata WHO. Petugas kesehatan, anggota rumah tangga, dan pasangan seksual dari orang yang memiliki virus memiliki risiko penyakit yang lebih besar.

CDC mengonfirmasi kasus cacar monyet di Massachusetts, AS pada Rabu (18/5). Orang tersebut baru-baru ini bepergian ke Kanada menggunakan transportasi pribadi. Otoritas New York sedang menyelidiki kemungkinan kasus cacar monyet, menurut pernyataan Departemen Kesehatan AS pada Kamis (19/5).

AS mengalami wabah cacar monyet pada 2003, yang pertama di luar Afrika. Ini disebabkan oleh kontak manusia dengan anjing padang rumput yang terinfeksi yang dipeliharanya. Wabah itu menghasilkan lebih dari 70 kasus yang dilaporkan.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN