Menu
Sign in
@ Contact
Search
Formulir lamaran kerja ditampilkan selama pameran karir kerja restoran yang diselenggarakan oleh kelompok industri High Road Restaurants di New York City, AS, beberapa waktu lalu. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid)

Formulir lamaran kerja ditampilkan selama pameran karir kerja restoran yang diselenggarakan oleh kelompok industri High Road Restaurants di New York City, AS, beberapa waktu lalu. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid)

Start Up AS Mulai Lihat Perlambatan dengan Angka PHK Tertinggi

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:55 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Banyak perusahaan rintisan (start up) di Amerika Serikat (AS) mulai melihat perlambatan, terlihat dari data pemutusan hubungan kerja (PHK) tertinggi di sektor teknologi sejak 2020.

“Banyak perusahaan rintisan (start up) teknologi yang mengalami pertumbuhan luar biasa pada 2020, terutama di sektor real estat, keuangan, dan pengiriman, mulai melihat perlambatan pengguna. Dan ditambah dengan kekhawatiran inflasi dan suku bunga, sedang merestrukturisasi tenaga kerja mereka untuk memangkas biaya,” kata Andrew Challenger, wakil presiden senior Challenger, Gray & Christmas pada Jumat (3/6).

Baca juga: Duh! Venture Capital Ogah Suntik Dana Lagi, Banyak Start-up Diambang Tsunami PHK

Pengusaha AS di sektor teknologi memangkas hampir sembilan kali lebih banyak pekerjaan pada Mei 2022 daripada dalam empat bulan pertama tahun ini, karena meningkatnya inflasi dan melambatnya permintaan memaksa perusahaan untuk mengambil jalan pintas.

Meskipun PHK secara keseluruhan di negara yang dilaporkan oleh perusahaan outplacement global Challenger, Gray & Christmas turun 14,7% pada Mei dari April tahun ini, berkat permintaan yang kuat di pasar tenaga kerja, sektor teknologi memangkas 4.044 pekerjaan atau naik dari 459 antara Januari dan April 2022.

Ini adalah total bulanan tertinggi sejak Desember 2020 ketika perusahaan teknologi memangkas sebanyak 5.253 pekerjaan.

Dampak Perang dan Inflasi

Dampak dari krisis perang di Ukraina maupun inflasi tinggi selama empat dekade, ditambah kenaikan suku bunga, telah menyebabkan perkiraan pemotongan oleh perusahaan seperti Snap Inc. dan Microsoft. Sementara perusahaan yang lain seperti Meta Platforms Inc. telah memperlambat perekrutan untuk mengendalikan biaya.

Perusahaan Fintech juga mengumumkan pengurangan 268% pekerjaan pada Mei 2022 daripada dalam empat bulan pertama 2022, kata laporan dari Challenger, Gray & Christmas.

Baca juga: Perusahaan Kripto Bilang Ribuan Mata Uang Digital akan Runtuh

Namun, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun 11.000 menjadi 200.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 28 Mei 2022, kata Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (2/6).

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com