Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP)

Wall Street Berakhir Bervariasi, Masih Catat Penurunan Mingguan

Sabtu, 18 Juni 2022 | 06:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Tetapi masih mengalami penurunan persentase mingguan terbesar dalam dua tahun karena investor bergulat dengan kemungkinan resesi yang semakin besar ketika bank-bank sentral global mencoba untuk menekan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 38,29 poin atau 0,13%, menjadi menetap di 29.888,78 poin. Indeks S&P 500 naik 8,07 poin atau 0,22%, menjadi berakhir di 3.674,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 152,25 poin atau 1,43%, menjadi ditutup di 10.798,35 poin.

Kenaikan dipimpin oleh sektor komunikasi dan konsumen non-primer, yang masing-masing naik 1,31% dan 1,22%, pada sesi tersebut. Keduanya termasuk yang berkinerja terburuk dari 11 sektor besar tahun ini.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok ke Terendah Empat Minggu Terseret Kekhawatiran Resesi

Sebaliknya, sektor energi dengan kinerja terbaik tahun ini, jatuh 5,57% dan mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang dapat melemahkan permintaan minyak mentah.

Untuk minggu ini, Dow kehilangan 4,79%, merupakan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Oktober 2020, S&P 500 kehilangan 5,79% dan Nasdaq jatuh 4,78%.

Indeks acuan S&P telah merosot sekitar 23% sepanjang tahun ini dan baru-baru ini mengkonfirmasi pasar bearish dimulai pada 3 Januari. Indeks Dow Industrials berada di titik puncak untuk mengkonfirmasi pasar bearish-nya sendiri.

Baca juga: Saham Inggris dan Prancis Berakhir Negatif, Jerman Malah Menguat

Masing-masing dari tiga indeks utama Wall Street turun untuk minggu ketiga berturut-turut. Indeks acuan S&P 500 mengalami penurunan %tase mingguan terbesar sejak Maret 2020, puncak penurunan pandemi Covid-19.

Inflasi yang sangat tinggi telah membuat bingung investor tahun ini karena Federal Reserve AS dan sebagian besar bank sentral utama telah mulai beralih dari kebijakan moneter yang longgar ke langkah-langkah pengetatan yang akan memperlambat ekonomi, mungkin menyebabkan resesi, dan berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan.

"Saat ini Anda akan melihat banyak volatilitas dan itu terutama karena fakta bahwa Fed akan menjadi front-end yang memuat semua kenaikan suku bunga ini dan hanya mencoba mengukur gambaran inflasi dan saat ini sangat diragukan," kata Megan Horneman, direktur strategi portofolio di Verdence Capital Advisors di Hunt Valley, Maryland.

"Hanya memperkirakan volatilitas, itu akan tetap ada, itu akan berada di sini sampai kita mendapatkan sedikit kejelasan tentang apakah kita benar-benar mencapai puncak inflasi,” tambahnya.

Baca juga: Voting PKPU Waskita Precast (WSBP), Kreditur Setuju Rencana Perdamaian

Saham-saham reli pada Rabu (15/6/2022) setelah The Fed menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin, kenaikan terbesar dalam hampir tiga dekade, sementara bank sentral Inggris dan bank sentral Swiss juga menaikkan biaya pinjaman.

Pada Jumat (17/6/2022), Ketua Fed Jerome Powell sekali lagi menekankan fokus bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target 2% saat berbicara di sebuah konferensi.

Data ekonomi pada Jumat (17/6/2022) menunjukkan produksi di pabrik-pabrik AS turun secara tak terduga dalam indikasi terbaru bahwa aktivitas ekonomi sedang berkurang.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 17,99 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata sesi 12,42 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com