Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato utama dalam format virtual pada upacara pembukaan BRICS Business Forum pada 22 Juni 2022. (FOTO: Xinhua/Yin Bogu)

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato utama dalam format virtual pada upacara pembukaan BRICS Business Forum pada 22 Juni 2022. (FOTO: Xinhua/Yin Bogu)

Tiongkok Serukan Pengawasan dan Keamanan Fintech yang Lebih Kuat

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:16 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Pertemuan tingkat tinggi pemerintah Tiongkok yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping telah menyerukan pengawasan yang lebih kuat dan keamanan yang lebih baik untuk teknologi keuangan (fintech), menurut laporan media pemerintah. Adapun saat ini sektor tersebut terpukul keras oleh tindakan keras regulasi Tiongkok.

Tindakan pemerintah telah memukul beberapa perusahaan teknologi terbesar Tiongkok, menghapus ratusan miliar dolar valuasi pasar sejak tahun lalu.

Tetapi dengan ekonomi Tiongkok yang dihantam oleh penguncian Covid-19, pemerintah telah meluncurkan serangkaian langkah-langkah dukungan, termasuk seruan untuk regulasi teknologi yang dinilai dapat diprediksi.

Baca juga: Putin: Rusia Alihkan Rute Perdagangan dan Minyak ke Negara-Negara BRICS

“Mengenai pembayaran besar dan perusahaan platform fintech, Xi menyerukan upaya untuk memperbaiki peraturan, memperkuat hubungan lemah institusional, memastikan keamanan pembayaran dan infrastruktur keuangan, serta menjaga dan meredakan potensi risiko keuangan sistemik,” menurut laporan yang dirilis usai pertemuan Rabu (22/6).

Pemimpin Tiongkok itu juga menyerukan agar perusahaan-perusahaan ini didukung dengan lebih baik dalam melayani ekonomi riil, kata Xinhua.

Para pejabat pada pertemuan tersebut membahas upaya memromosikan perkembangan yang dinilai sehat dari perusahaan fintech. “Tiongkok akan memperketat pengawasan (dari perusahaan induk keuangan dan layanan keuangan internet),” tulisnya.

Investor telah berbesar hati dalam beberapa pekan terakhir oleh pernyataan serupa oleh pemerintah Tiongkok. Beberapa pihak bahkan menganggapnya sebagai sinyal bahwa tindakan keras bagi sektor teknologi akhirnya mereda.

Harapan juga melonjak bulan ini ketika puluhan video game baru disetujui. Saham teknologi naik di tengah laporan bahwa pihak berwenang sedang menyelesaikan penyelidikan keamanan siber terhadap raksasa ride hailing Didi.

Baca juga: Mochtar Riady Sampaikan Harapannya pada BRICS Business Forum 2022

Tetapi regulator bulan ini membantah laporan bahwa mereka sedang mendiskusikan potensi kebangkitan penawaran saham perdana (IPO) Ant Group yang gagal, yang akan menjadi penawaran umum terbesar di dunia pada saat itu.

Ant Group merupakan afiliasi pembayaran raksasa e-commerce Alibaba, yang membatalkan penawaran sahamnya pada menit terakhir pada 2020. Alibaba kemudian dikenai denda US$ 2,75 miliar atas dugaan praktik tidak adil.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN