Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Ekonomi dan Perlindungan Iklim Jerman Robert Habeck memberikan konferensi pers tentang keamanan pasokan energi pada 23 Juni 2022 di kantor kementeriannya di Berlin, Jerman. (FOTO: Tobias SCHWARZ / AFP)

Menteri Ekonomi dan Perlindungan Iklim Jerman Robert Habeck memberikan konferensi pers tentang keamanan pasokan energi pada 23 Juni 2022 di kantor kementeriannya di Berlin, Jerman. (FOTO: Tobias SCHWARZ / AFP)

Menko Jerman Peringatkan Penutupan Industri Akibat Kekurangan Gas

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:13 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BERLIN, investor.idJerman menuju kekurangan gas jika pasokan gas Rusia tetap serendah sekarang, sementara industri tertentu harus ditutup jika tidak cukup pasokan pada musim dingin, kata Menteri Ekonomi (Menko) Jerman Robert Habeck kepada majalah Der Spiegel.

“Perusahaan harus menghentikan produksi, memberhentikan pekerja mereka, rantai pasokan akan runtuh, orang akan berutang untuk membayar tagihan pemanas mereka, bahwa orang akan menjadi lebih miskin,” kata Habeck kepada Der Spiegel pada Jumat (24/6). Ia mengatakan bahwa itu adalah bagian dari strategi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memecah belah negara.

“(Ini adalah) tempat berkembang biak terbaik bagi populisme, yang dimaksudkan untuk melemahkan demokrasi liberal kita dari dalam,” kata Habeck, seraya menambahkan bahwa rencana Putin tidak boleh dibiarkan berhasil.

Baca juga: Zelensky: Pencalonan Ukraina di UE akan Perkuat Eropa

Habeck mengulurkan prospek bantuan lebih lanjut bagi perusahaan dan orang-orang yang terkena dampak kekurangan gas. Tetapi ia memperingatkan bahwa tidak mungkin menyerap semua efeknya, lapor Der Spiegel.

Konsumen dapat melihat dua kali lipat atau tiga kali lipat dari biaya energi mereka, yang dalam beberapa kasus sudah antara 30% dan 80% lebih tinggi karena kenaikan harga dari musim gugur lalu, kepala regulator jaringan Bundesnetzagentur Jerman Klaus Mueller kepada penyiar ARD.

Regulator telah mempertimbangkan berbagai skenario, kata Mueller. “(Kebanyakan dari skenario itu) tidak bagus dan berarti terlalu sedikit gas di akhir musim dingin atau situasi yang sudah sangat sulit di musim gugur atau musim dingin,” lanjutnya.

Pemerintah Jerman memicu Fase 2 dari tiga rencana gas daruratnya pada Kamis (23/9), yang dimulai ketika pemerintah melihat risiko tinggi kekurangan pasokan gas jangka panjang.

Tindakan tersebut merupakan eskalasi terbaru dalam kebuntuan antara pemerintah negara-negara Eropa dan Rusia, sejak serangan Rusia ke Ukraina. Konflik itu telah mengekspos ketergantungan blok UE pada pasokan gas Rusia dan memicu pencarian sumber energi alternatif dengan panik.

Baca juga: Update Perang di Ukraina: Keanggotaan Ukraina di UE hingga Pasokan Gas Jerman Makin Langka

Namun, pemerintah Jerman tidak mengizinkan utilitas untuk meneruskan biaya energi yang melonjak kepada pelanggan di ekonomi terbesar Eropa.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN