Menu
Sign in
@ Contact
Search
Lokasi konferensi tingkat tinggi G7 pada 26 Juni 2022 di Kastil Elmau, Jerman. (FOTO: LUDOVIC MARIN / POOL / AFP)

Lokasi konferensi tingkat tinggi G7 pada 26 Juni 2022 di Kastil Elmau, Jerman. (FOTO: LUDOVIC MARIN / POOL / AFP)

Negara-Negara G7 Umumkan Larangan Impor Emas Rusia

Senin, 27 Juni 2022 | 09:25 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MUNICH, investor.id – Para pemimpin negara-negara G7 akan mengumumkan larangan impor emas Rusia untuk serangan militer tak beralasan Rusia ke Ukraina, kata Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Ketika para pemimpin bertemu di Munich, Jerman untuk konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 terbaru, Biden menggunakan media sosial Twitter untuk mengonfirmasi laporan sebelumnya tentang larangan baru yang akan segera diberlakukan.

“Amerika Serikat telah mengenakan biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Putin untuk menolak pendapatan yang dia butuhkan untuk mendanai perangnya melawan Ukraina,” katanya Minggu pagi (26/6) waktu setempat.

“Bersama-sama, G7 akan mengumumkan bahwa kami akan melarang impor emas Rusia, ekspor utama yang menghasilkan puluhan miliar dolar untuk Rusia,” lanjut Biden.

Langkah itu akan menambah serangkaian sanksi yang dijatuhkan oleh Barat terhadap Rusia sejak serangan gencarnya di Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022.

Sanksi tersebut bertujuan untuk menghancurkan ekonomi Rusia dan termasuk larangan atau pembatasan impor minyak dan gas maupun perdagangan dengan bank dan individu Rusia. Memang, AS, Kanada, dan sekutu Eropa mereka sepakat pada Februari 2022 untuk menghapus bank-bank utama Rusia dari sistem pesan antar bank atau SWIFT. Langkah ini secara efektif memutuskan negara itu dari sebagian besar sistem keuangan global.

Pengumuman Selasa

Pemerintah Inggris pada Minggu juga mengonfirmasi langkah untuk melarang impor emas Rusia. Dikatakan, sanksi itu akan berlaku untuk emas yang baru ditambang dan emas murni, tidak termasuk emas yang mungkin berasal dari Rusia tetapi telah diekspor.

Rusia adalah produsen emas terbesar kedua di dunia, menurut data terbaru dari World Gold Council, dengan sekitar 10% dari produksi dunia. Reuters melaporkan bahwa kepemilikan emasnya telah meningkat tiga kali lipat sejak secara ilegal mencaplok Krimea pada 2104. Komoditas tersebut merupakan aset penting bagi bank sentral Rusia, sudah beroperasi dalam kondisi yang sangat terbatas.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan pada Minggu, menurut laporan Reuters, bahwa larangan itu akan diumumkan Selasa (28/6). “Presiden dan para pemimpin G7 lainnya akan terus bekerja untuk meminta pertanggungjawaban Putin,” tukasnya.

Kekuatan Rubel

Terlepas dari tingkat sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dikenakan atas Kremlin, rubel Rusia benar-benar mencapai level terkuatnya dalam tujuh tahun pekan lalu setelah jatuh pada Februari 2022.

Rubel Rusia mencapai 52,3 terhadap dolar pada Rabu (22/6), level terkuatnya sejak Mei 2015. Lonjakannya dikutip oleh Kremlin sebagai “bukti” bahwa sanksi Barat tidak berhasil.

Faktanya, rubel sebenarnya menjadi terlalu kuat sehingga bank sentral Rusia secara aktif mengambil tindakan untuk mencoba melemahkannya, khawatir ini akan membuat ekspor negara itu kurang kompetitif.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com