Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping. (FOTO: Wang Zhao / Reuters)

Presiden Tiongkok Xi Jinping. (FOTO: Wang Zhao / Reuters)

Tiongkok Tingkatkan Tata Kelola Anti Monopoli, Usulkan Aturan Baru

Senin, 27 Juni 2022 | 17:29 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Regulator pasar Tiongkok pada Senin (27/6) menerbitkan rancangan aturan dan ketentuan baru yang bertujuan meningkatkan kemampuannya untuk mengatur perilaku antimonopoli. Di saat yang sama, negara itu bersiap untuk menerapkan undang-undang antimonopoli yang direvisi pada Agustus 2022.

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR) mengatakan bahwa pihaknya ingin meminta komentar publik untuk usulannya. Isinya berkisar tentang deskripsi tentang kesepakatan apa yang dapat dianggap sebagai monopoli, hingga regulasi yang mengatur bagaimana otoritas lokal dengan kekuatan untuk membatasi persaingan harus berperilaku.

Advertisement

Misalnya, perusahaan perlu mencari tinjauan antimonopoli tentang rencana merger atau akuisisi mereka jika pendapatan tahunan global salah satu pihak mencapai lebih dari 12 miliar yuan (US$ 1,79 miliar) dan setidaknya penjualan tahunan domestik dua pihak mencapai 800 juta yuan, kata SAMR.

Regulator Tiongkok mulai menindak pada akhir 2020 pada beberapa industri, khususnya menargetkan perusahaan ekonomi platform yang dulunya bebas dan dianggap monopolistik. Pihaknya juga mendenda perusahaan seperti Alibaba Group dan Meituan hingga miliaran dolar.

Tahun lalu, regulator mulai menetapkan amandemen undang-undang antimonopoli 2008 dengan menambahkan penekanan baru pada ekonomi digital dan meningkatkan denda-denda. Revisi akan berlaku pada 1 Agustus 2022, menurut laporan Xinhua pekan lalu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN