Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah berkumpul di sekitar reruntuhan kendaraan dan kawah yang terbentuk setelah rudal Rusia menghantam halaman kompleks perumahan bertingkat di pinggiran timur Kharkiv, Ukraina pada 26 Juni 2022 di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: SERGEY BOBOK / AFP)

Sejumlah berkumpul di sekitar reruntuhan kendaraan dan kawah yang terbentuk setelah rudal Rusia menghantam halaman kompleks perumahan bertingkat di pinggiran timur Kharkiv, Ukraina pada 26 Juni 2022 di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: SERGEY BOBOK / AFP)

Update Perang di Ukraina: Zelensky Desak Agar Konflik Berakhir Tahun ini

Senin, 27 Juni 2022 | 19:53 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak agar para pemimpin melakukan yang terbaik untuk mengakhiri serangan Rusia pada akhir tahun. G7 juga menjanjikan solidaritas dan akan menambah tekanan pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.

Advertisement

Zelensky: Akhiri Perang pada Akhir Tahun

Zelensky mendesak para pemimpin dunia yang berkumpul di KTT G7 untuk melakukan yang terbaik untuk mengakhiri serangan Rusia ke negaranya pada akhir tahun.

Dia juga meminta G7 untuk mengintensifkan sanksi terhadap Rusia, kata sumber dari G7.

Pada pidato melalui tautan video ke pertemuan di Pegunungan Alpen Jerman, Zelensky mengatakan bahwa kondisi pertempuran akan mempersulit pasukannya saat mereka melakukan perlawanan.

Baca juga: Rusia Tergelincir ke Zona Gagal Bayar Utang Pemerintah

Dia mendesak negara-negara G7 untuk tidak menurunkan tekanan dan terus memberikan sanksi kepada Rusia secara besar-besaran dan berat, di samping beberapa putaran sanksi yang telah dikeluarkan sekutu Barat atas Rusia.

G7 Tingkatkan Tekanan pada Putin, Janjikan Solidaritas

Sementara itu, para pemimpin G7 menjanjikan solidaritas dengan Ukraina selama yang dibutuhkan, kata pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah pidato video Zelensky.

Tuan rumah pertemuan puncak kelompok itu di Jerman, Kanselir Olaf Scholz, mengatakan bahwa G7 akan meningkatkan tekanan pada Putin atas serangan ke Ukraina.

“Perang ini harus diakhiri,” cuit Scholz, Senin (27/6).

G7 juga memberi tahu pemerintah Rusia bahwa mereka harus mengizinkan pengiriman biji-bijian dari Ukraina untuk menghindari krisis pangan global yang semakin buruk. Pihaknya memberi tahu Rusia bahwa mereka harus mengizinkan warga Ukraina yang dibawa ke Rusia di luar keinginan mereka untuk segera pulang.

G7 mengungkapkan keprihatinan serius atas rencana Rusia untuk mengirimkan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke Belarus dalam beberapa bulan mendatang.

Sanksi G7 Baru Mulai Terbentuk

Pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa G7 membuat kemajuan dalam pembicaraan tentang pembatasan jumlah uang yang bisa diperoleh Rusia, untuk ekspor minyak utama mereka.

Gedung Putih juga memperkenalkan langkah-langkah baru untuk menghambat kemampuan Rusia untuk memasok persenjataan, yang digunakan dalam serangan gencarnya terhadap Ukraina.

G7 juga berencana untuk mengubah dana yang dikumpulkan dalam tarif perdagangan yang baru-baru ini dikenakan pada ekspor Rusia menjadi bantuan untuk Ukraina.

Finlandia, Swedia akan Temui Erdogan Tentang Tawaran NATO

Para pemimpin Finlandia dan Swedia akan membahas upaya mereka yang terhenti untuk bergabung dengan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (28/6) di awal pertemuan puncak aliansi di Madrid, unggah kepresidenan Finlandia di media sosial Twitter.

Serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 membuat kedua negara Nordik meninggalkan non blok militer selama beberapa dekade, dengan mengajukan keanggotaan NATO pada Mei 2022.

Baca juga: Negara-Negara G7 Umumkan Larangan Impor Emas Rusia

Namun tawaran keanggotaan bersama, yang awalnya diyakini sebagai proses yang cepat, telah ditunda oleh oposisi dari Turki. Pemerintahnya menuduh mereka menyediakan tempat yang aman bagi gerilyawan Kurdi.

Kremlin Sangkal Laporan Gagal Bayar

Kremlin menegaskan tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Rusia telah gagal membayar (default) utang negara mata uang asingnya, karena sanksi Barat atas serangan ofensif Ukrainanya.

“Klaim tentang default ini, mereka benar-benar salah,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, setelah batas waktu pembayaran utama berakhir pada Minggu (26/6). Dia mengatakan bahwa Rusia melunasi utang pada Mei 2022.

Bloomberg News melaporkan sebelumnya pada Senin bahwa Rusia gagal membayar utang negara dalam mata uang asing untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, setelah masa tenggang pembayaran bunga sekitar US$ 100 juta yang jatuh tempo Minggu telah berakhir.

Putin Kunjungi Tajikistan, Turkmenistan

Putin berencana melakukan perjalanan ke Tajikistan pada Selasa waktu setempat, kata Kremlin. Ini menjadi perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak pemerintah Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina. Dia juga diharapkan berada di Turkmenistan pada Rabu (29/6) untuk menghadiri pertemuan puncak negara-negara yang berbatasan dengan Laut Kaspia.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN