Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek New York (NYSE). (FOTO: AFP)

Bursa Efek New York (NYSE). (FOTO: AFP)

Wall Street Jatuh Setelah Rilis Data Kepercayaan Konsumen

Rabu, 29 Juni 2022 | 07:35 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Saham Wall Street jatuh pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah rilis data laporan kepercayaan konsumen yang suram, mengimbangi berita positif tentang langkah pemerintah Tiongkok untuk mengurangi pembatasan Covid-19.

Ekuitas dibuka secara solid dengan kenaikan, tetapi turun ke wilayah negatif segera setelah rilis kepercayaan konsumen di level terendah dalam lebih dari setahun karena melonjaknya inflasi.

Laporan penurunan tersebut sebagian karena pasar menduga inflasi yang lebih tinggi masih akan bertahan. Ini menunjukkan bahwa konsumen tidak yakin upaya agresif Federal Reserve (The Fed) untuk menjinakkan inflasi akan berhasil.

“Kita bisa menghadapi hari-hari yang sulit di depan kita,” kata Gregori Volokhine dari Meeschaert Financial Services, Rabu (29/6).

Dow Jones Industrial Average turun 1,6% atau kehilangan hampir 500 poin, menjadi ditutup pada level 30.946,99.

S&P 500 berbasis luas turun 2,0% menjadi 3.821,55, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi merosot 3,0% menjadi 11.181,54.

Saham dibuka lebih tinggi setelah pemerintah Tiongkok mengurangi masa karantina wajib bagi wisatawan yang datang, dalam pelonggaran pembatasan masuk terbesar setelah berpegang pada kebijakan nol kasus Covid-19 yang kaku selama pandemi.

Tetapi di samping rilis data konsumen, sentimen investor juga terbebani oleh kenaikan harga minyak mentah dan rebound dalam imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) Treasury dengan tenor 10 tahun, proksi untuk ekspektasi suku bunga.

Di antara masing-masing perusahaan, Nike turun 7,0% setelah memroyeksikan pertumbuhan penjualan yang melemah ke depan bahkan ketika melaporkan hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi.

Raksasa barang olahraga itu menggambarkan sejumlah hambatan, termasuk kenaikan biaya pengiriman, kekhawatiran rantai pasokan yang terus-menerus di tengah kemungkinan penguncian Covid-19 tambahan, dan kenaikan dolar AS.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com