Menu
Sign in
@ Contact
Search
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian. (FOTO: ANTARA/Reuters/Carlos Garcia Rawlins/pri)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian. (FOTO: ANTARA/Reuters/Carlos Garcia Rawlins/pri)

Tiongkok Tuduh G7 Tabur Perpecahan atas Kritik Perdagangan

Rabu, 29 Juni 2022 | 17:00 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok pada Rabu (29/6) menuduh negara-negara G7 menabur perpecahan secara tidak bertanggung jawab, setelah forum tersebut mengecam praktik perdagangan Tiongkok dalam sebuah pernyataan akhir pertemuan.

Para pemimpin G7 mengecam taktik perdagangan internasional tidak transparan dan mendistorsi pasar Tiongkok pada Selasa (28/6), dalam sebuah pernyataan yang juga berjanji untuk mengurangi “ketergantungan strategis” pada raksasa Asia itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian pada Rabu membalas kritik tersebut. Ia mengatakan, pernyataan itu menunjukkan sekutu ingin menciptakan perpecahan dan konfrontasi tanpa rasa tanggung jawab atau moralitas.

Baca juga: Pesawat Antariksa Tiongkok Rekam Gambar Seluruh Planet Mars

“(G7 harus) memajukan globalisasi (daripada mendorong perpecahan) pada saat kritis bagi komunitas internasional yang memerangi pandemi dan berjuang untuk pemulihan ekonomi,” kata Zhao pada konferensi pers reguler, Rabu.

Lewat pernyataannya, para pemimpin G7 berjanji untuk meningkatkan diversifikasi dan ketahanan terhadap pemaksaan ekonomi, serta untuk mengurangi ketergantungan strategis. Pernyataan itu disampaikan beberapa jam sebelum para pemimpin bergabung dengan kelompok yang lebih besar dari rekan-rekan mereka pada pertemuan puncak aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Madrid, Spanyol.

Di sana, aliansi dengan 30 negara anggota itu juga siap untuk memperkuat pendiriannya terhadap Tiongkok.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah lama mewaspadai Tiongkok atas praktik perdagangannya. Pihaknya mengatakan bahwa cara itu dirancang untuk memberikan keuntungan yang tidak adil bagi perusahaan Tiongkok atas perusahaan asing.

Serangan Rusia ke Ukraina dan penolakan pemerintah Tiongkok untuk menjauhkan diri dari Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendorong negara-negara lain, termasuk raksasa ekspor Jerman, untuk juga mempertimbangkan kembali ketergantungan ekonomi mereka pada raksasa Asia itu.

Klaim otoritas Tiongkok yang semakin keras atas sebagian besar Laut Tiongkok Selatan (LTS) juga telah memicu kekhawatiran atas ambisi militernya.

Baca juga: PM Inggris: Serangan Putin Contoh Sempurna Maskulinitas Beracun

Sekutu Barat mengakui bahwa tantangan terbesar dunia, termasuk perubahan iklim, tidak dapat diselesaikan tanpa kerja sama pemerintah Tiongkok. Tetapi mereka menjadi lebih berhati-hati tentang tindakan dan tujuan Tiongkok.

Seorang pejabat AS menyebut pernyataan kolektif itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks G7, dalam mengakui kerugian yang disebabkan oleh arahan industri Tiongkok yang tidak transparan dan mendistorsi pasar.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com