Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). (FOTO: AFP/File)

Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). (FOTO: AFP/File)

OPEC+ Diperkirakan Tetap di Jalur Peningkatan Produksi Minyak

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:59 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WINA, investor.id – Negara-negara produsen minyak utama yang dipimpin oleh Arab Saudi dan sekutunya Rusia (OPEC+) diperkirakan akan tetap pada peningkatan produksi yang diputuskan sebelumnya pada pertemuan mereka Kamis (30/6), meskipun ada tekanan untuk lebih meningkatkan produksi.

Serangan Rusia ke Ukraina telah memperburuk kekhawatiran tentang pasokan minyak, mengirim harga ke rekor tertinggi tahun ini.

Setelah larangan Uni Eropa (UE) impor minyak Rusia atas serangan ke Ukraina, kartel OPEC+ sepakat pada pertemuan terakhir mereka pada awal Juni 2022 untuk membuka keran lebih luas dari yang diharapkan.

Tetapi harga terus tinggi. Analis mengatakan, tidak ada jeda terlihat ketika 23 anggota OPEC+ bertemu melalui konferensi video mulai pukul 1100 GMT.

Baca juga: Minyak Naik Walau OPEC+ Bakal Naikkan Produksi

“Kita harus memperkirakan stempel karet,” kata analis Oanda Jeffrey Halley, Kamis. Ia merujuk pada organisasi yang memberikan persetujuan atau otorisasi otomatis untuk keputusan orang lain, tanpa pertimbangan yang tepat.

“Mengingat OPEC+ bahkan tidak dapat memenuhi targetnya saat ini, dan tidak untuk waktu yang lama, saya berharap tidak ada kejutan bearish,” lanjutnya.

Sebanyak 13 negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang diketuai oleh Arab Saudi, dan 10 mitra mereka yang dipimpin oleh Rusia, secara drastis memangkas produksi pada 2020. Ini diakibatkan pandemi virus corona dan lockdown membuat permintaan anjlok.

Sejak Mei tahun lalu, mereka secara bertahap meningkatkan output lagi. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Amerika Serikat (AS) dan konsumen minyak utama lainnya telah meningkatkan permintaan mereka untuk membuka keran produksi lebih luas.

Tetapi beberapa anggota OPEC+ gagal memenuhi kuota produksi, sementara Iran dan Venezuela (dan sekarang juga Rusia) diblokir oleh sanksi.

Teater Politik”

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa minggu ini negara telah mendekati batas produksi minyaknya, menjelang kunjungan regional oleh Presiden AS Joe Biden. Ia diperkirakan akan melobi untuk peningkatan produksi.

Biden akan mengunjungi negara tetangga Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, sebagai bagian dari turnya bulan depan.

“Perjalanan Presiden Biden Juli ke Arab Saudi sebagian besar untuk teater politik dan tidak akan benar-benar mengarah pada peningkatan yang berarti di luar peningkatan yang direncanakan OPEC+ sebesar 648.000 barel per hari (bpd) pasokan pada Juli dan Agustus,” kata analis Oanda Edward Moya.

Pada pertemuan klub negara-negara industri G7 pada Senin (27/6) di Jerman, Presiden Prancis Emmanuel Macron tertangkap kamera memberi tahu Biden rincian percakapan dengan pemimpin UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan.

Baca juga: Tiongkok Tuduh G7 Tabur Perpecahan atas Kritik Perdagangan

Menurut Macron, Sheikh Mohamed mengatakan bahwa UEA berada pada kapasitas maksimum dan pemerintah Arab Saudi juga menghadapi batasan untuk meningkatkan produksi.

Para pemimpin G7 setuju untuk bekerja pada batas harga minyak Rusia sebagai bagian dari upaya memotong pendapatan Kremlin.

Saat harga melonjak, OPEC yang dibentuk untuk “memastikan stabilisasi pasar minyak” tetap berpegang pada strateginya.

“Ada sedikit peluang OPEC melakukan sesuatu untuk memberikan bantuan kepada pasar,” kata Ipek Ozkardeskaya, analis senior Swissquote Bank.

Analis telah memperingatkan bahwa hanya resesi yang mungkin dapat menurunkan harga.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com