Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden AS Joe Biden (tengah) bertemu dengan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen di Oval Office, Gedung Putih pada 31 Mei 2022 di Washington, DC. Ketiganya bertemu untuk membahas rencana Administrasi Biden untuk memerangi rekor inflasi yang tinggi. (FOTO: Kevin Dietsch / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Presiden AS Joe Biden (tengah) bertemu dengan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen di Oval Office, Gedung Putih pada 31 Mei 2022 di Washington, DC. Ketiganya bertemu untuk membahas rencana Administrasi Biden untuk memerangi rekor inflasi yang tinggi. (FOTO: Kevin Dietsch / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

AS, Tiongkok Jujur-Jujuran di Telepon, Bahas Tantangan Berat Ekonomi dan Rantai Pasokan

Selasa, 5 Juli 2022 | 12:16 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengadakan panggilan video “jujur-jujuran” pada Selasa (5/7) untuk membahas tantangan berat ekonomi global, terutama mengenai rantai pasokan.

Pembicaraan antara Wakil Perdana Menteri (PM) Tiongkok Liu He dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen dilakukan ketika Presiden AS Joe Biden mempertimbangkan untuk menghapus beberapa tarif impor dari Tiongkok, untuk mencoba dan meredakan inflasi yang melonjak.

Advertisement

Dua ekonomi terbesar dunia juga bergulat dengan rantai pasokan yang dilanda Covid-19 dan kenaikan harga energi global.

“Kedua belah pihak sepakat bahwa ketika ekonomi dunia menghadapi tantangan berat, sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi kebijakan makro antara Tiongkok dan Amerika Serikat,” tulis kantor berita resmi Tiongkok Xinhua, Selasa.

Baca juga: AS-Taiwan Bahas Rantai Pasokan Chip

“Bersama-sama menjaga stabilitas industri global dan rantai pasokan adalah untuk kepentingan kedua negara dan seluruh dunia,” lanjutnya.

Laporan Xinhua mengatakan bahwa panggilan video itu dilakukan atas permintaan pihak AS, sementara menggambarkan percakapan itu sebagai upaya konstruktif.

“(Yellen dan Liu) membahas perkembangan makroekonomi dan keuangan di Amerika Serikat dan Tiongkok, prospek ekonomi global di tengah kenaikan harga komoditas, dan tantangan ketahanan pangan,” kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah rilis proyeksi.

“Sekretaris Yellen terus terang mengangkat masalah yang memrihatinkan, termasuk dampak perang Rusia melawan Ukraina pada ekonomi global dan praktik ekonomi non pasar (Tiongkok) yang tidak adil,” jelas pernyataan tersebut.

Pemerintah Tiongkok telah berulang kali menolak untuk mengecam serangan Rusia. Negara itu juga dituduh telah memberikan perlindungan diplomatik untuk Rusia dengan mengecam sanksi Barat dan penjualan senjata ke Ukraina.

Ketika inflasi di AS pada level tertinggi 40 tahun, pihak berwenang di sana bergegas mencoba dan menemukan cara untuk mengurangi tekanan harga. Salah satu opsinya adalah mengangkat beberapa tarif perdagangan yang dikenakan pada Tiongkok oleh pendahulu Biden, Donald Trump.

Baca juga: Ekonomi Global Bisa Makin Dekat ke Tepi Resesi

Keputusan apa pun kemungkinan akan segera diumumkan, karena beberapa kebijakan Trump akan berakhir mulai 6 Juli 2022 kecuali diperbarui.

Sanksi itu ditujukan untuk menghukum apa yang dikatakan pemerintah AS sebagai praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil.

“(Pada panggilan telepon dengan Yellen) otoritas Tiongkok menyatakan keprihatinannya tentang masalah-masalah, termasuk pencabutan tarif tambahan di Tionkgkok dan sanksi oleh pihak AS,” tulis Xinhua.

Kontak antara Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping diharapkan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN