Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) Mohammed Sanusi Barkindo wafat di usia 63 tahun. (FOTO: FAYEZ NURELDIN / AFP)

Sekretaris Jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) Mohammed Sanusi Barkindo wafat di usia 63 tahun. (FOTO: FAYEZ NURELDIN / AFP)

Sekjen OPEC Barkindo Wafat di Usia 63 Tahun

Rabu, 6 Juli 2022 | 17:35 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WINA, investor.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) kartel negara-negara produsen minyak (OPEC), Mohammad Barkindo dari Nigeria, meninggal secara tak terduga di usia 63 tahun. Berita dukacita disampaikan Nigerian National Petroleum Corporation (NNPC) pada Rabu (6/7).

“Kami kehilangan Dr (Mohammad) Sanusi Barkindo yang kami hormati. Dia meninggal sekitar pukul 23:00 kemarin 5 Juli 2022,” unggah CEO NNPC Mele Kyari di media sosial Twitter, Rabu. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kondisi Barkindo sebelum tutup usia.

Advertisement

Baca juga: OPEC+ Diperkirakan Tetap di Jalur Peningkatan Produksi Minyak

“Tentu saja kehilangan besar bagi keluarga dekatnya, NNPC, negara kita Nigeria, OPEC, dan komunitas energi global. Pengaturan pemakaman akan segera diumumkan,” lanjut Kyari.

“Tragedi ini mengejutkan Keluarga OPEC,” tulis akun OPEC yang berbasis di Wina pada media sosial yang sama.

“Kami mengungkapkan kesedihan dan rasa terima kasih kami yang mendalam atas lebih dari 40 tahun pelayanan tanpa pamrih yang ... Barkindo berikan kepada OPEC. Dedikasi dan kepemimpinannya akan menginspirasi OPEC selama bertahun-tahun yang akan datang,” umgkapnya

Hanya beberapa jam sebelumnya, Barkindo bertemu dengan presiden Nigeria Muhammadu Buhari di Abuja. Buhari sempat memuji “prestasi luar biasa Barkindo di OPEC”.

“Anda berhasil menavigasi organisasi melalui tantangan yang bergejolak,” kata presiden.

Barkindo telah memimpin OPEC sejak 2016 dan dijadwalkan akan digantikan oleh Haitham Al-Ghais dari Kuwait bulan depan.

Baca juga: Menteri UEA Kritik Upaya OPEC+ Tingkatkan Produksi Minyak

Sekjen kartel tidak memiliki kekuasaan eksekutif apa pun. Tetapi posisi ini merupakan wajah publik OPEC dan sering kali harus bertindak sebagai diplomat untuk menyatukan berbagai kepentingan yang terkadang bertentangan dari berbagai negara anggota.

Di bawah pengawasan Barkindo, OPEC menjalin hubungan dengan 10 negara penghasil minyak lainnya seperti Rusia membentuk kelompok yang lebih luas yang dikenal sebagai OPEC+. Ini adalah upaya untuk lebih menjinakkan harga minyak global, yang diguncang oleh tantangan pandemi virus corona dan baru-baru ini perang di Ukraina.

Bagi analis, kematian Barkindo tidak akan berdampak pada strategi OPEC dalam jangka panjang.

“Tetapi dalam jangka pendek (hingga) menengah, itu akan meningkatkan ketidakpastian tentang langkah OPEC selanjutnya dan menambah volatilitas harga, karena dia adalah sosok persatuan OPEC,” kata analis Swissquote Ipek Ozkardeskaya.

Analis Spi Asset Management Stephen Innes menggambarkan Barkindo sebagai tokoh yang sangat penting dan kekuatan penstabil di belakang OPEC.

“Tetapi kematiannya tidak mungkin mengubah arah OPEC meskipun lebih banyak politik luar yang masuk,” kata pakar itu. Innes memrediksi bahwa pengganti Barkindo, Haitham Al-Ghais, menandakan status quo mengingat hubungan dekat pemerintah Kuwait dengan Arab Saudi, yang memegang kendali pengaruh paling besar di OPEC.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN