Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia yang juga mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. (Foto: Investor Daily)

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia yang juga mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. (Foto: Investor Daily)

Mantan Presiden Rusia Serukan Perang Nuklir Jika Rusia Diberi Sanksi oleh ICC

Rabu, 6 Juli 2022 | 18:39 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MOSKOW, investor.id – Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Rabu (6/7) menyebut kemungkinan perang nuklir, jika Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bergerak untuk menghukum Rusia atas tuduhan kejahatan di Ukraina.

“Gagasan untuk menghukum sebuah negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar tidak masuk akal. Dan berpotensi menciptakan ancaman bagi keberadaan umat manusia,” kata Medvedev, sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, di aplikasi perpesanan Telegram pada Rabu.

Advertisement

Medvedev, yang merupakan presiden pengganti Putin antara 2008 dan 2012, sekarang menjadi wakil kepala Dewan Keamanan.

Baca juga: Mantan Presiden Rusia Medvedev: Minyak Bisa Mencapai US$ 300-400 Jika Jepang Terapkan Pembatasan Harga

Dia menuduh pemerintah Amerika Serikat (AS) ingin menempatkan Rusia di depan pengadilan internasional. Sementara dirinya sendiri tidak pernah menghadapi hukuman atas perangnya sendiri yang, menurut Medvedev, menyebabkan 20 juta kematian di seluruh dunia.

“Seluruh sejarah Amerika, mulai dari penindasan orang Indian, adalah perang berdarah pemusnahan,” kata Medvedev (56), merujuk pada penduduk asli Amerika.

Sejak Putin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari 2022, Medvedev secara berkala menggunakan media sosial untuk menyerang Barat dan mereka yang kritis terhadap pemerintah Rusia.

Bulan lalu, dia menyebut mereka yang “membenci” Rusia sebagai orang dengan keterbelakangan dan berjanji untuk bekerja “membuat orang-orang tersebut menghilang”.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN