Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di kediaman Novo-Ogaryovo wilayah luar Moskow pada 29 Juli 2022. (FOTO: Pavel Byrkin / SPUTNIK / AFP)

Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di kediaman Novo-Ogaryovo wilayah luar Moskow pada 29 Juli 2022. (FOTO: Pavel Byrkin / SPUTNIK / AFP)

Rusia Berencana Bangun Mariupol yang Hancur di Ukraina

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:53 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MOSKOW, investor.id – Seorang pejabat senior Rusia pada Senin (1/8) menguraikan rencana untuk membangun kembali kota pelabuhan selatan Ukraina, Mariupol. Kota itu sempat dikepung dengan penembakan berat yang menghancurkan sebelum dierbut oleh pasukan Rusia.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk mendapatkan dukungan di wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia, sejak dimulainya serangan militer Februari 2022.

Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia Marat Khusnullin mengatakan dalam sebuah wawancara dengan saluran TV RBC Rusia bahwa bangunan pertama yang saat ini sedang dibangun akan siap pada musim gugur.

Baca juga: Update Perang di Ukraina: Turki Usahakan Pengiriman Biji-Bijian Ukraina Hari Ini

“Bangunan perumahan pertama akan berdiri pada September. Kami sudah memiliki rumah sakit pertama, akan membangun pusat kementerian darurat,” katanya, Senin.

Khusnullin juga mengatakan ada rencana untuk membangun kembali pusat bersejarah Mariupol, merenovasi semua bangunan yang tidak sepenuhnya hancur oleh tembakan Rusia.

Kota di tepi Laut Azov itu memiliki populasi sekitar 400.000 orang sebelum Rusia mengirim pasukan ke Ukraina yang pro Barat. Banyak penduduk terpaksa melarikan diri dari kekerasan.

Khusnullin mengatakan, populasi Mariupol akan meningkat menjadi 350.000 orang pada 2025 tanpa merinci bagaimana rencana ini akan dicapai.

Pabrik baja Azovstal merupakan pabrik era Soviet yang pernah mempekerjakan lebih dari 12.000 orang. Pabrik itu tidak akan dibangun kembali dalam kapasitas sebelumnya, kata Khusnullin.

“Tapi kami pasti akan menciptakan lapangan kerja di sana yang akan memberi makan kota. Kemungkinan besar itu akan menjadi taman teknologi dengan elemen lanskap,” katanya.

Baca juga: UE dan NATO Desak Rusia Terapkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina

Azovstal menjadi simbol perlawanan Ukraina ketika para pembela Mariupol membuat pertahanan terakhir melawan pasukan Rusia di dalam terowongan bawah tanah pabrik, sebelum menyerah pada Mei 2022.

Ratusan pembela Ukraina dan warga sipil menghabiskan waktu berminggu-minggu bersembunyi di bawah tanah di Azovstal, ketika Rusia melanjutkan kampanye militer mereka di Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022.

Di atas tanah, penduduk Mariupol selama berminggu-minggu mengalami pengepungan brutal tanpa listrik, makanan, dan air di tengah musim dingin.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com