Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit dipanen di perkebunan kelapa sawit Kuala Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (FOTO: REUTERS/Hasnoor Hussain)

Tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit dipanen di perkebunan kelapa sawit Kuala Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (FOTO: REUTERS/Hasnoor Hussain)

Malaysia Penuhi Permintaan Minyak Sawit India sebab Indonesia Tak Konsisten

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:34 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KUALA LUMPUR, investor.id – Pemerintah Malaysia mengatakan bahwa pihaknya siap membantu India memenuhi permintaan minyak sawitnya, mengingat pasokan yang berpotensi tidak konsisten dari pemasok utama Indonesia.

India diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan menjadi sekitar 800.000 ton per bulan selama enam bulan ke depan, kata Menteri Industri dan Komoditas Perkebunan Malaysia Zuraida Kamaruddin dalam sebuah pernyataan, mengutip data dari Asosiasi Produsen Minyak Nabati India.

Baca juga: Petani Sawit Bisa Go Export Lewat Penerapan Digitalisasi dan Pengembangan UMKM

Malaysia dikatakan siap memenuhi permintaan minyak sawit India mengingat pasokan dari Indonesia berpotensi tidak konsisten, sebagai akibat dari perubahan kebijakan ekspor minyak sawit. Hal ini telah menciptakan ketidakpastian pasar bagi negara-negara pengimpor utama.

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas (MPIC) Malaysia Datuk Zuraida Kamaruddin mengatakan, dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, kebijakan ekspor minyak sawit Indonesia telah menciptakan ketidakpastian pasar di negara-negara pengimpor utama seperti India.

“MPIC akan meningkatkan upaya untuk memromosikan minyak sawit Malaysia, tidak hanya di India tetapi di seluruh dunia, termasuk pasar non tradisional sejalan dengan kampanye ‘Gerakan Global untuk Juara Kebaikan Minyak Sawit’,” katanya dalam sebuah pernyataan, Kamis (4/8).

Mengutip Presiden Asosiasi Produsen Minyak Nabati India (IVPA) Sudhakar Desai, Zuraida mengatakan Malaysia telah menjaga kebijakannya terkait perdagangan minyak sawit secara stabil, sehingga mampu memenuhi permintaan India selama periode larangan ekspor minyak sawit Indonesia.

Baca juga: Mendag: Minggu Depan Harga TBS Sawit Harus di Atas Rp 2.000

“Sudhakar juga dikutip mengatakan bahwa rantai pasokan Malaysia yang baik memainkan peran penting dalam keamanan minyak nabati untuk permintaan India dalam dua bulan terakhir,” tambahnya.

IVPA memperkirakan impor minyak sawit India dari Malaysia akan tetap stabil pada paruh kedua 2022, mencapai sekitar 55% dari total impor minyak sawit India meskipun ada langkah Indonesia untuk mempercepat ekspor minyak sawit belakangan ini.

Dilaporkan bahwa IVPA selanjutnya memperkirakan lonjakan permintaan ke wilayah 800.000 ton per bulan selama enam bulan ke depan atau peningkatan sekitar 20% dari paruh pertama 2022.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com