Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pejalan kaki berjalan di depan logo Meta pada tanda di depan kantor pusat Facebook di California, AS. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / AFP)

Pejalan kaki berjalan di depan logo Meta pada tanda di depan kantor pusat Facebook di California, AS. (FOTO: JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / AFP)

Meta Facebook Luncurkan Obligasi Pertamanya

Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:33 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – Pemilik Facebook Meta mengakhiri perjalanan sebagai salah satu dari sedikit perusahaan besar tanpa utang. Namun kali ini Meta meluncurkan penjualan obligasi pertamanya saat perusahaan memerangi ketidakpastian dan sangat bertaruh pada visi metaverse.

Kekhawatiran atas masa depan raksasa media sosial ini ditambah persaingan ketat dari TikTok telah membuat sahamnya anjlok. Sementara itu, perusahaan menghabiskan miliaran dana untuk rencana iterasi internet berikutnya.

Meta melaporkan kepada pengawas pasar Amerika Serikat (AS) bahwa ia telah mulai menawarkan obligasi untuk mengumpulkan uang. Dana yang dihimpun akan digunakan sebagai belanja modal (capex), pembelian kembali saham biasa, akuisisi, atau investasi.

Baca juga: Elon Musk Prediksi Resesi Ringan 18 Bulan, Mungkin Buyback Saham Tesla

Perusahaan yang juga memiliki Instagram dan WhatsApp itu menolak berkomentar di luar pengajuannya ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).

Pengajuannya tidak menunjukkan jumlah dana yang ingin dikumpulkan ataupun tenor obligasi, tetapi kantor berita Bloomberg melaporkan Meta dapat menjual utang hingga US$ 8-10 miliar.

Pekan lalu, Meta melaporkan penurunan pendapatan kuartalan secara tahun ke tahun (YoY) pertama dan laba bersihnya turun 36% menjadi US$ 6,7 miliar.

Perusahaan, yang hampir sepenuhnya bergantung pada pendapatan iklan, telah terpukul oleh penurunan pengeluaran pengiklan. Sebagian didorong oleh ketidakpastian ekonomi dan rival TikTok yang semakin populer.

“Saya akan mengatakan bahwa situasinya tampak lebih buruk daripada yang terjadi pada kuartal lalu,” kata CEO Meta Mark Zuckerberg kepada para analis, setelah hasil yang mengecewakan pekan lalu.

Beberapa analis mengatakan bahwa perusahaan, yang mengubah citra dirinya tahun lalu, seharusnya mengambil utang sejak lama.

“Meta tidak memiliki utang di neraca tidak seperti pemain teknologi besar lainnya. Dan perusahaan akan secara agresif membangun strategi metaverse dan itu membutuhkan banyak modal,” kata analis Dan Ives, Jumat (5/8).

“Ini adalah langkah yang cerdas,” tambahnya.

Baca juga: Jaringan Dompet Solana Diretas, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Kripto?

Facebook menamai dirinya sendiri Meta untuk menandakan poros perusahaan dalam membangun visi realitas dunia virtual (VR) dan augmented reality (AR) interaktif yang dilihatnya sebagai masa depan.

Tetapi sejak Februari 2022 harga sahamnya telah dibagi dua, dengan lebih dari US$ 400 miliar kapitalisasi pasar menghilang.

“Kami fokus untuk membuat investasi jangka panjang yang akan memosisikan kami menjadi lebih kuat keluar dari penurunan ini,” kata Zuckerberg kepada analis pekan lalu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com