Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken (kelima dari kiri) berjabat tangan

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken (kelima dari kiri) berjabat tangan "ASEAN-way" pada sesi foto bersama pertemuan Menlu Asean ke-55 di Phnom Penh, Kamboja pada 4 Agustus 2022. Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (kedua dari kiri), Menlu Thailand Don Pramudwinai (ketiga dari kiri), Menlu Vietnam Bui Thanh Son (keempat dari kiri), Menlu Indonesia Retno Marsudi (tengah), Menlu Kamboja Prak Sokhon (kelima dari kanan), dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah (keempat dari kanan). (FOTO: Andrew Harnik / POOL / AFP)

Asean Regional Forum (ARF): Ancaman Non Tradisional Jangan Dilupakan

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:54 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

PHNOM PENH, investor.id – Asean Regional Forum (ARF) menyampaikan perlunya membahas dan memberi perhatian bagi ancaman non tradisional yang mengancam kawasan Asia Tenggara. Para menteri luar negeri (menlu) peserta ARF menegaskan urgensi ARF tetap menjadi forum yang berperan dalam meningkatkan saling pengertian dan saling percaya serta transparansi di kawasan.

“Ancaman non tradisional, seperti krisis energi, krisis pangan, jangan dilupakan untuk diberi perhatian di tengah situasi tantangan keamanan, karena isu terkait pangan dan energi sangat terkait dengan kepentingan rakyat,” kata Menlu RI Retno Marsudi dalam pertemuan ARF di Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (5/8).

Pertemuan ARF ini merupakan pertemuan terakhir dalam rangkaian pertemuan Asean Foreign Ministers' Meeting (AMM)/ Post Ministerial Conference (PMC).

Baca juga: Asean-Russia Ministeral Meeting: Penyelesaian Damai Penting untuk Atasi Konflik

Dalam pernyataannya, Menlu Indonesia memulai dengan tiga pertanyaan.

Pertama, apakah konflik yang terjadi di kawasan lain dapat terjadi di kawasan Asia Tenggara. Menlu menyampaikan bahwa kemungkinan hal itu dapat terjadi.

Kedua, apakah ketegangan yang ada saat ini di berbagai bagian dunia dapat meningkat dan memburuk. Ia sampaikan bahwa kemungkinan itu ada.

Ketiga, dengan situasi ini, apa yang harus dilakukan oleh dunia?

Dalam kaitan ini, menlu menyampaikan tiga saran.

Pertama, terus perkuat dialog dan paradigma kolaborasi.

Kedua, terus perkuat penghormatan terhadap hukum-hukum internasional.

“Ketiga, jangan melupakan bahwa selain menghadapi tantangan tradisional terkait keamanan, dunia tidak boleh lupa mengenai tantangan non tradisional. Tantangan ini penting untuk terus diatasi melalui kerja sama karena menyangkut langsung kepentingan rakyat,” paparnya.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 2022 Diprediksi Capai 5,2% 

Pertemuan juga telah mengadopsi beberapa dokumen, termasuk ARF Statement to Promote Peace, Stability, and Prosperity in the Region through Preventive Measures.

Dalam dokumen ini, Indonesia berhasil untuk pertama kalinya membuat rujukan ASEAN Outlook on the Indo Pacific (AOIP) di dalam ARF.

Pernyataan tersebut mengakui pentingnya prinsip dan tujuan AOIP di dalam ARF.

“Indonesia akan terus bangun kesadaran mitra mengenai pentingnya AOIP, termasuk nantinya dalam pemajuan kerja sama nyata di ARF berdasarkan area prioritas AOIP,” tegas Retno.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : Kemlu RI

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com