Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov (kiri) dan Menlu AS Antony Blinken (kanan) menghadiri pertemuan para Menlu KTT Asia Timur selama Pertemuan Menlu Asean ke-55 di Phnom Penh, Kamboja pada 5 Agustus 2022. (FOTO: Andrew Harnik / POOL / AFP)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov (kiri) dan Menlu AS Antony Blinken (kanan) menghadiri pertemuan para Menlu KTT Asia Timur selama Pertemuan Menlu Asean ke-55 di Phnom Penh, Kamboja pada 5 Agustus 2022. (FOTO: Andrew Harnik / POOL / AFP)

Asean-US Ministerial Meeting: Indo Pasifik Kawasan Damai dan Makmur

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:22 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

PHNOM PENH, investor.id – Bersama dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Anthony Blinken, Menlu RI Retno Marsudi memimpin bersama Pertemuan Menlu Asean-Amerika di Phnom Penh, Kamboja.

Di awal pembukaan pertemuan, Retno menyampaikan bahwa kehadiran Menlu Blinken dalam pertemuan dan penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi (KTT) Khusus Asean-Amerika di Washington DC pada Mei 2022 menunjukkan komitmen pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk terus memperkuat kerja sama dengan Asean.

Advertisement

Baca juga: Asean-US Ministerial Meeting: Indo Pasifik Kawasan Damai dan Makmur

Masih dalam pembukaan pertemuan, Menlu Retno juga menyampaikan mengenai tantangan yang sedang dihadapi oleh dunia saat ini, antara lain perang di Ukraina, Covid-19 yang belum sepenuhnya berlalu, dan munculnya wabah cacar monyet (monkeypox).

Situasi ini berdampak besar pada dunia terutama bagi negara berkembang, misalnya munculnya ancaman ketahanan pangan dan energi, serta ruang fiskal yang semakin menekan.

“Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apa yang dapat dilakukan oleh kemitraan Asean-AS dalam menghadapi tantangan ini,” papar Retno, pada rilis Kementerian Luar Negeri RI Jumat (5/8).

Isu lain yang disampaikan Retno adalah mengenai Indo Pacifik.

“Indo Pasifik adalah kawasan masa depan kita. Masa depan kita akan tergantung bagaimana kita mengelola Indo Pasifik,” katanya dalam sambutan tersebut.

Baca juga: Asean Regional Forum (ARF): Ancaman Non Tradisional Jangan Dilupakan

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar pendekatan yang inklusif, terbangunnya strategic trust, dan penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi cara pandang dalam kerja sama di Indo Pasifik.

Ia memberi penekanan bahwa bagi Indonesia dan Asean, kerja sama konkret dengan semua mitra termasuk dengan AS sangat penting artinya.

“Kerja sama tersebut tentunya harus merupakan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win) dan dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran Indo Pasifik,” lanjutnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : Kemlu RI

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN