Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang karyawan Honda Motor Co. membersihkan mobil Honda yang dipajang di kantor pusatnya di Tokyo pada 31 Juli 2018. (FOTO: AP Photo/Koji Sasahara, File)

Seorang karyawan Honda Motor Co. membersihkan mobil Honda yang dipajang di kantor pusatnya di Tokyo pada 31 Juli 2018. (FOTO: AP Photo/Koji Sasahara, File)

Honda Laporkan Penurunan Laba dan Buyback Saham US$ 740 Juta

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:34 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

TOKYO, investor.id – Laba fiskal kuartal I-2022 Honda turun 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena kekurangan chip semikonduktor komputer global. Perusahaan juga mengumumkan pembelian kembali (buyback) saham biasa US$ 740 Juta.

Kondisi penurunan laba perusahaan diperparah oleh lockdown pandemi di Tiongkok dan kenaikan biaya bahan baku, merugikan produsen mobil Jepang itu.

Honda Motor Co. yang berbasis di Tokyo, Jepang melaporkan Rabu (10/8) bahwa labanya mencapai 149,2 miliar yen (US$ 1,1 miliar) pada kuartal April-Juni 2022. Angka ini turun dari 222,5 miliar yen (US$ 1,7 miliar) di periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan kuartalan turun 7% menjadi 3,8 triliun yen (US$ 28 miliar).

Honda mempertahankan perkiraan laba untuk tahun fiskal penuh hingga Maret 2023, tidak berubah di level 710 miliar yen (US$ 5,3 miliar).

Baca juga: Honda Pangkas Produksi Hingga 30% di Pabrik Jepang

Terkait langkah memperkuat basis permodalannya dan mempertahankan strategi permodalan yang fleksibel, Honda mengatakan akan membeli kembali (buyback) saham biasa perusahaannya sendiri hingga 100 miliar yen (US$ 740 juta), mulai Jumat (12/8) hingga Maret 2023.

Kekurangan semikonduktor telah merugikan semua produsen mobil dunia, termasuk Honda, meskipun permintaan kuat. Perusahaan manufaktur berebut untuk mendapatkan pemasok alternatif.

Honda, yang membuat sedan Accord, minivan Odyssey, dan Civic compact, menjual sekitar 815.000 unit kendaraan pada kuartal II-2022, turun dari 998.000 unit kendaraan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan mobil turun di hampir semua wilayah di seluruh dunia, termasuk Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Eropa.

“Saya meminta pengertian dari semua orang yang masih menunggu kendaraan mereka dan berjanji bahwa seluruh perusahaan kami melakukan yang terbaik untuk melakukan pengiriman, bahkan sehari lebih cepat,” kata CFO Honda Kohei Takeuchi, Rabu.

Baca juga: Meta Facebook Himpun US$ 10 Miliar dalam Penawaran Obligasi Pertamanya

Takeuchi mengatakan kekurangan semikonduktor membatasi produksi sepeda motor serta produksi mobil, menambah ketidakpastian tentang prospek masa depan.

Menurut Honda, lockdown baru-baru ini di Shanghai, Tiongkok adalah salah satu penyebab kekurangan pasokan chip komputer. Tetapi perusahaan menolak memberikan penjelasan spesifik.

Meskipun penjualan di AS berpotensi menghadapi kesulitan karena kekhawatiran resesi dan kesulitan ekonomi lainnya, Takeuchi mengakui dirinya lebih khawatir tentang masalah kekurangan pasikan dan masalah produksi mobil yang ditunggu-tunggu oleh pelanggan.

Takeuchi mencatat bahwa penjualan sepeda motor untuk kuartal tersebut, yang tumbuh menjadi 4,25 juta unit sepeda motor dari 3,88 juta unit pada tahun sebelumnya, tumbuh kuat terutama di India.

Yen yang lebih lemah dan pemotongan biaya membantu mempertahankan profitabilitas secara keseluruhan, tambahnya.

Baca juga: SEC: Elon Musk Jual 7,92 Juta Saham Tesla US$ 6,9 Miliar

Yen telah berada di level terendah dalam dua dekade terhadap dolar AS. Yen yang murah secara historis bekerja sebagai keuntungan bagi eksportir seperti Honda, dengan meningkatkan nilai pendapatan mereka di luar negeri ketika dikonversi ke yen. Tetapi ini juga meningkatkan biaya untuk komponen dan bahan impor.

Produsen mobil top Jepang Toyota Motor Corp. baru-baru ini melaporkan bahwa laba fiskal kuartal I-2022 turun hampir 18%. Nissan Motor Co. mengalami penurunan laba kuartalan menjadi kurang dari setengah dibandingkan tahun sebelumnya. Keduanya dilanda masalah kekurangan chip.

Seperti industri lainnya, Honda memiliki ambisi agresif dalam kendaraan listrik. Awal tahun ini perusahaan mengumumkan investasi 5 triliun yen (US$ 37 miliar) selama dekade berikutnya dalam penelitian tersebut. Itu termasuk kolaborasi dengan General Motors Co. di Amerika Utara untuk mengembangkan model yang akan dijual pada 2024.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com