Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bendera Jerman. AFP/JOHN MACDOUGALL

Bendera Jerman. AFP/JOHN MACDOUGALL

Jerman Siapkan Stimulus Inflasi 10 Miliar Euro

Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:29 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BERLIN, investor.id – Pemerintah Jerman akan menawarkan keringanan pajak senilai 10 miliar euro untuk membantu para pekerja melalui lonjakan inflasi. Menteri Keuangan (Menkeu) Jerman Christian Lindner mengungkapkan hal ini di Berlin, Rabu (10/8).

Paket tersebut akan menambah jumlah penerima keringanan bebas pajak. Selain juga akan menaikkan level di mana tarif pajak pendapatan tertinggi sebesar 42% akan berlaku. Para keluarga juga akan menerima manfaat pengecualian pajak lebih tinggi jika memiliki tanggungan anak.

Paket ini dikeluarkan menyusul laju inflasi Jerman yang mencapai 7,5% ada Juli 2022. Sedikit di bawah rekor tertinggi 7,6% yang tercatat pada bulan sebelumnya atau Juni 2022.

Baca Juga: Saham-saham Inggris, Jerman, dan Prancis Menghijau

Faktor utama pendorong lonjakan inflasi itu adalah kenaikan harga energi yang dipicu perang Rusia-Ukraina. Lindner mengatakan, paket ini terutama bertujuan mengurangi beban para kerja yang kewajiban pajaknya jadi lebih tinggi karena mereka menerima kenaikan upah untuk memerangi inflasi.

Dengan kata lain, keuntungan karena kenaikan upah itu terhapus atau impas karena kewajiban pajak mereka juga bertambah. Fenomena yang disebut progresi dingin itu biasanya memukul lebih berat mereka yang berpenghasilan lebih rendah.

Jika tidak ada stimulus keringanan pajak ini, lanjut Lindner, per Januari 2023 bakal ada 48 juta rakyat Jerman yang kewajiban pajaknya naik.

Baca Juga: AS Diyakini Sudah Melewati Puncak Inflasi

“Dari tadinya untuk memberikan manfaat di saat biaya hidup sehari-hari menjadi makinn mahal, malahan jadi tidak adil dan ini juga berbahaya bagi perkembangan ekonomi,” tukas Lindner.

Paket keringanan pajak ini di luar paket stimulus 30 miliar euro yang lebih dulu diluncurkan Kanselir Olaf Scholz tahun ini. Yang tujuannya sama membantu konsumen mengatasi beban akibat lonjakan inflasi.

Paket yang itu termasuk pemangkasan pajak BBM dan tiket transportasi umum. Yang mana sebulannya konsumen hanya perlu membayar 9 euro selama Juni, Juli, dan Agustus 2022.

Tapi kenyataannya, prospek ekonomi Jerman makin gelap menjelang datangnya musim dingin. Konflik di Ukraina itu telah memupus harapan Jerman untuk akhirnya bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan kembali mencatatkan pertumbuhan.

Baca Juga: Ketegangan Rusia-Ukraina jadi Sumber Krisis Energi

Ekonomi Jerman yang berorientasi ekspor sangat rentan terhadap gangguan di rantai pasokan. Dan juga kelangkaan bahan baku selama pandemi tersebut.

Tapi Jerman sekarang juga harus mengatasi beban kenaikan biaya energi dua kali lipat. Setelah Rusia memangkas drastis pasokan gasnya.

Masalah ini tidak hanya memukul daya beli konsumen. Tapi juga melukai industri Jerman, yang sangat bergantung pada pasokan energi murah untuk membuat barang-barang ekspornya.

Baca Juga: Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina akan Ubah Peta Perdagangan Komoditas 2023

Akibatnya, para pekerja di Jerman dihadapkan pada dua sumber keresahan hidup. Pertama karena kenaikan harga-harga. Kedua ancaman kehilangan pekerjaan karena perusahaan-perusahaan besar menghentikan operasional sebagian pabrik untuk mengurangi pengeluaran.

Ekonomi Jerman stagnan pada kuartal II tahun ini. Kalangan analis memperkirakan Jerman tidak dapat menghindar dari resesi pada semester kedua.

Pada proyeksi terakhirnya Maret 2022 lalu, tim penasihat ekonomi pemerintah Jerman memperkirakan produk domestik bruto (PDB) ekspansi 1,8% pada 2022. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com