Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sebuah cekungan air dengan pohon mati terlihat di Danau Colliford di Bodmin Moor, Cornwall, Inggris pada 10 Agustus 2022. (FOTO: AP/Ben Birchall/PA)

Sebuah cekungan air dengan pohon mati terlihat di Danau Colliford di Bodmin Moor, Cornwall, Inggris pada 10 Agustus 2022. (FOTO: AP/Ben Birchall/PA)

Inggris Nyatakan Kekeringan di Beberapa Bagian Inggris

Jumat, 12 Agustus 2022 | 20:54 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris secara resmi menyatakan kekeringan di beberapa bagian Inggris pada Jumat (12/8). Penduduk setempat menghadapi pembatasan penggunaan air selama periode cuaca panas dan kering berkepanjangan, yang telah menguji infrastruktur negara itu.

Bagian selatan, tengah, dan timur Inggris sekarang dalam status kekeringan. Ini artinya perusahaan air akan meningkatkan upaya mengelola dampak cuaca kering pada petani dan lingkungan, kata Badan Lingkungan Inggris.

“Semua perusahaan air telah meyakinkan kami bahwa pasokan penting masih aman, dan kami telah menjelaskan bahwa tugas mereka untuk menjaga pasokan itu," kata Menteri Pengairan Inggris Steve Double setelah pertemuan Kelompok Kekeringan Nasional, Jumat.

Baca juga: Fed Diperkirakan Bertahan Naikkan Suku Bunga Hawkish

“Kami lebih siap dari sebelumnya untuk periode cuaca kering. Tetapi kami akan terus memantau situasi dengan cermat, termasuk dampaknya terhadap petani dan lingkungan, dan mengambil tindakan lebih lanjut sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Pertemuan itu mengikuti Juli yang paling kering di Inggris sejak 1935. Hanya 35% dari curah hujan rata-rata untuk bulan itu, sementara sebagian Inggris dan Wales sekarang berada di tengah-tengah peringatan panas ekstrem selama empat hari. Kekeringan terakhir di Inggris terjadi pada 2018.

Ketika cuaca kering berakhir di awal minggu depan, dengan hujan dan badai petir berarti ada kemungkinan kecil banjir di beberapa bagian negara itu, kata prakiraan cuaca nasional Met Office pada Jumat, mengeluarkan peringatan untuk Senin (15/8).

Larangan Menyalakan Pipa Air

Sebagian besar wilayah Eropa telah menghadapi minggu-minggu suhu sangat tinggi yang telah memicu kebakaran hutan besar, mengeringkan tingkat air sungai Rhine di Jerman, dan membuat Sungai Thames Inggris mengering lebih jauh ke hilir dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya pada Jumat, Yorkshire Water mengumumkan bahwa larangan menyalakan pipa air akan dimulai pada 26 Agustus 2022, melarang pelanggan menggunakan selang ke taman air, mencuci mobil, atau mengisi kolam mendayung.

Baca juga: Indonesia dan AS Latihan Tembak-Menembak Saat Relasi Tiongkok-Taiwan Memanas

“Cuaca panas dan kering membuat sungai Yorkshire menipis dan cadangan (air) kita sekitar 20% lebih rendah dari yang kami harapkan untuk sepanjang tahun ini,” kata direktur pengairan Yorkshire Water, Neil Dewis.

Perusahaan itu melayani sekitar 2,3 juta rumah tangga dan 130.000 pelanggan bisnis di seluruh Inggris utara dan sebagian Midlands. Yorkshire Water adalah perusahaan air regional terbaru yang mengumumkan pembatasan penggunaan.

Larangan menyalakan pipa air dan alat penyiram untuk pelanggan South East Water mulai berlaku pada Jumat. Thames Water, yang memasok 15 juta orang di sekitar London, mengatakan bahwa pihaknya juga merencanakan pembatasan.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com