Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tentara Ukraina berdiri di pos pemeriksaan melewati pejalan kaki di Kyiv tengah pada 30 Juni 2022, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: Miguel MEDINA / AFP)

Tentara Ukraina berdiri di pos pemeriksaan melewati pejalan kaki di Kyiv tengah pada 30 Juni 2022, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: Miguel MEDINA / AFP)

Konsumen Jerman Dibebani Kenaikan Biaya Energi

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:29 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BERLIN, investor.id – Konsumen Jerman akan menghadapi kenaikan biaya energi hingg ratusan euro karena perang di Ukraina. Pemerintah Jerman berjanji meringankan beban itu dengan program bantuan.

Trading Hub Europe, perusahaan nirlaba operator jaringan energi di Jerman, seperti dilansir AFP pada Senin (15/8) melaporkan perubahan harga itu ditetapkan sebesar 2,419 sen euro per kilowatt hour (kwh).

Jadi bagi keluarga dengan empat anggota dengan penggunaan energi tahunan rata-rata 20.000 kwh, tambahan biayanya akan mencapai sekitar 483,80 euro sebelum pajak.

Tambahan biaya itu dimaksudkan untuk berbagi beban biaya akibat lonjakan harga yang dihadapi oleh para importir energi. Setelah Rusia mengurangi drastis pasokan gas ke Jerman akibat sanksi-sanksi yang diterimanya karena invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Baca Juga: Jerman Siapkan Stimulus Inflasi 10 Miliar Euro

Para importir gas sejauh ini menanggung sendiri kenaikan biaya itu. Tapi aturan baru yang disetujui oleh pemerintah mengizinkan mereka untuk mengalihkan sebagian beban itu kepada tagihan rumah tangga mulai 1 Oktober 2022.

“Ini keputusan yang berat, tapi diperlukan untuk menjaga pasokan energi dan pemanas bagi rumah tangga maupun ekonomi. Tapi beban itu akan disertai dengan paket bantuan lainnya. Detailnya masih dibahas,” ujar Menteri Perekonomian Jerman Robert Habeck, seperti dikutip AFP.

Jerman telah berusaha keras menemukan sumber energi alternatif untuk mengisi kekurangan pasokan dari Rusia. Karena raksasa ekspor Eropa itu, tambah Habeck, mendasarkan model ekonominya pada ketergantungan gas murah Rusia.

Baca Juga: Minyak Menguat Dipicu Sinyal Dimulainya Krisis Gas Eropa

"Adalah kesalahan politik untuk membuat diri sendiri bergantung pada penguasa yang menginjak-injak rakyat dan warga negara lain. Dan upaya untuk lepas dari situasi ini dan mendapatkan kembali kendali atas harga layak diperjuangkan,” kata Habeck.

Institut Kiel for World Economy memperkirakan bahwa biaya tambahan yang harus ditanggung konsumen itu akan membuat tingkat inflasi Jerman naik 0,9 poin persentase lagi. Asosiasi industri VCI menyatakan, perusahaan-perusahaan kimia dan farmasi harus membayar tiga miliar euro lebih banyak untuk pungutan tersebut.

Negara harus menyuntikkan miliaran euro ke raksasa energi Uniper untuk mencegahnya ambruk setelah terdampak pemangkasan pasokan energi dari Rusia. Namun grup energi utama RWE menyatakan secara finansial masih kuat dan akan menyisihkan biaya tambahan dan terus menanggung biaya impor tambahan itu.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com