Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi logo Bank Indonesia. (Foto: BeritaSatu Photo)

Ilustrasi logo Bank Indonesia. (Foto: BeritaSatu Photo)

Poling: BI Akan Tunggu Satu Bulan Lagi untuk Menarik Tuas Suku Bunga

Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:45 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada rekor terendah pekan depan, menurut perkiraan sebagian kecil ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

BI adalah salah satu dari sedikit bank sentral utama Asia yang belum menaikkan suku bunga dari tingkat era pandemi, meskipun banyak regulator di seluruh dunia menaikkannya untuk memerangi inflasi yang tinggi.

Dalam jajak pendapat yang dilangsungkan 12-19 Agustus 2022, sebanyak 16 dari 27 ekonom atau hampir 60% mengatakan akan mempertahankan suku bunga BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) tidak berubah pada level 3,50% pada pertemuan 23 Agustus 2022.

Baca juga: BI Terbitkan 7 Seri Uang Baru, DPR Minta Perbanyak Tempat Penukaran

Sebelas ekonom memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%.

Sementara pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini tetap kuat, ada tanda-tanda tekanan harga memanas.

Seruan untuk kenaikan suku bunga sudah meningkat, setelah pertumbuhan kuartal terakhir menunjukkan ekonomi Indonesia telah mengungguli ekspektasi. Namun, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan kepada Reuters bahwa BI hanya akan menaikkan suku bunga jika inflasi inti terus meningkat.

Sementara laju inflasi atau headline inflation naik ke level tertinggi tujuh tahun di 4,94% pada Juli 2022, inflasi inti adalah 2,86% dan dalam kisaran target BI 2% hingga 4%.

“Alasan utama BI untuk menahan suku bunga adalah karena inflasi inti yang ‘jinak’, yang mencerminkan bahwa pemulihan permintaan belum cukup kuat untuk siklus kenaikan suku bunga. BI akan menunggu sampai inflasi inti memanas,” kata ekonom di Bank Danamon Indonesia Irman Faiz, Jumat (19/8).

“Selain itu, (rupiah) IDR cukup tangguh,” imbuhnya.

Di antara 13 dari 16 ekonom mengatakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada pertemuan mendatang dan memberikan perkiraan jangka panjang. Sebanyak 10 ekonom lainnya mengatakan suku bunga akan bergerak pada September 2022.

Baca juga: Jokowi Ingin Tesla Buat Mobil Listrik di Tanah Air

Tiga ekonom memperkirakan akan menunggu untuk menaikkan suku bunga pada kuartal IV-2022.

Beberapa ekonom telah memperingatkan tentang tekanan arus keluar modal jika Indonesia mempertahankan suku bunga karena negara lain menaikkan suku bunga, menambah tekanan lebih lanjut pada rupiah yang turun sekitar 4% tahun ini.

Hasil poling tersebut menunjukkan para ekonom memperkirakan pengetatan lebih lanjut ke depan. Angka tersebut terlihat mencapai 4,25% pada akhir 2022, dengan delapan dari 22 ekonom menilai suku bunga akan lebih tinggi lagi.

Di antara sampel responden yang lebih kecil yang memiliki pandangan hingga akhir 2023. Sebanyak 10 dari 15 ekonom melihat suku bunga 4,75% atau di tingkat yang lebih tinggi, termasuk enam ekonom memperkirakan biaya pinjaman mencapai 5,00% atau lebih tinggi, yakni di level sebelum pandemi.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com