Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan pada 12 Februari 2015. (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside)

Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan pada 12 Februari 2015. (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside)

Pemerintah Tinjau Opsi Kebijakan Harga BBM dalam 2 Hari Mendatang

Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:27 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kabinet akan menyampaikan opsi kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) kepada Presiden RI Joko Widodo dalam dua hari ke depan, kata menteri koordinator ekonomi pada Rabu (24/8), di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan harga untuk mengendalikan anggaran subsidi energi yang membengkak.

Jokowi, panggilan akrab presiden, telah mempertimbangkan untuk menaikkan harga di tengah tingginya harga energi global dan melemahnya mata uang rupiah.

Baca juga: Jepang Pertimbangkan Pembangunan Reaktor Nuklir Next Generation

Seorang menteri senior kabinet sebelumnya mengatakan presiden mungkin akan mengumumkan kenaikan harga minggu ini.

“Kami masih mengevaluasi dalam satu hingga dua hari ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Rabu, menanggapi pertanyaan tentang kebijakan harga bahan bakar.

“Kami akan laporkan ke presiden minggu ini,” tambahnya.

Pasar keuangan memantau dengan cermat keputusan Jokowi karena akan mempengaruhi inflasi dan laju pengetatan moneter bank sentral.

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2018 pada Selasa (23/8), sebagai langkah yang menurut beberapa analis perlu untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar.

Pemerintah telah melipatgandakan anggaran subsidi menjadi Rp 502 triliun (US$ 33,82 miliar) untuk mempertahankan harga beberapa bahan bakar bersubsidi, tarif listrik, dan bahan bakar gas cair tanpa kenaikan.

Baca juga: Presiden Korsel Akui Volatilitas Meningkat di Pasar Forex

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Selasa mengatakan tanpa penyesuaian harga bahan bakar, tagihan subsidi energi tahun ini dapat meningkat sebesar Rp 196 triliun (US$ 13,21 miliar), menurut laporan media.

Secara terpisah, Sugeng Suparwoto yang mengepalai Komisi VII DPR RI, mengatakan pada Rabu bahwa beberapa subsidi harus dipertahankan untuk harga bahan bakar. Ia memrediksi kenaikan sekitar 30% untuk harga bensin.

“Kita harus subsidi untuk rakyat, tapi berapa? Ini yang kita coba atur sedemikian rupa agar daya beli masyarakat tidak terganggu, (anggaran pendapatan belanja negara) APBN tidak berdarah, dan (badan usaha milik negara) BUMN tetap sehat,” kata Sugeng.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com