Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: NICHOLAS KAMM / AFP )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: NICHOLAS KAMM / AFP )

Pasar Bersiap untuk 75 Bps Lagi dari The Fed

Kamis, 8 Sep 2022 | 15:16 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Pasar finansial di Amerika Serikat (AS) dilaporkan bersiap untuk penaikan suku bunga acuan 75 basis poin (bps) lagi oleh The Federal Reserve (The Fed). Bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut dijadwalkan menggelar rapat kebijakannya pada 20-21 September 2022.

Data yang dirilis FedWatch oleh CME Group pada Rabu (7/9) pagi waktu setempat menunjukkan peluang penaikan fed funds rate (FFR) sebesar 75 basis poin naik menjadi 82%.

Pertimbangannya adalah serangkaian data ekonomi AS yang hasilnya positif. Juga pernyataan dari para pejabat The Fed yang mengindikasikan pengetatan kebijakan akan terus berjalan. Lebih dari itu, Gubernur The Fed Jerome Powell dalam pidatonya di Jackson Hole, Wyoming pada 26 Agustus 2022 mengingatkan bahwa penaikan suku bunga akan berlanjut dan suku bunga akan tetap tinggi.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Lebih Rendah dengan Kekhawatiran Soal The Fed

Advertisement

Wall Street Journal melaporkan bahwa peluang penaikan 0,75 poin persentase itu kini selaras dengan sikap para pelaku pasar yang sudah mem-price in langkah The Fed untuk lebih agresif.

“Pada Juni, penaikan 75 (basis poin) dari The Fed itu dipandang mengejutkan dari 50 bps dan 25 bps pada dua pertemuan sebelumnya. Kurang dari tiga bulan kemudian, 75 bps sudah seperti norma global karena Bank Sentral Eropa dan Bank of Canada juga hampir dapat dipastikan menaikkan sebesar 75 bps,” ujar Andrew Hollenorst, ekonom Citigroup pada Rabu (7/9), yang dilansir CNBC.

Peningkatan suku bunga secepat itu, tambah dia, berasal dari logika yang sama. Yakni ketika perekonomian mengalami inflasi tinggi dan jauh di atas target, ada penolakan untuk mengembalikan kebijakan suku bunga dan kondisi finansial ke setingan netral. Yang harus dilakukan adalah membawanya ke teritori yang restriktif.

Baca Juga: The Fed Bikin Pasar Kripto Tak Berdaya, Awas Penurunan Tajam!

Powell mengatakan, bank sentral harus bergerak di luar sikap netral. Yang selama ini didefinisikan sebagai tidak suportif atau pun restriktif terhadap pertumbuhan. Menurut dia, kebijakan restriktif dibutuhkan untuk mengatasi laju inflasi yang berada di level tertinggi lebih dari 40 tahun terakhir.

“Kami membawa sikap kebijakan ke level yang cukup restriktif untuk mengembalikan inflasi ke 2%. Pemulihan stabilitas harga-harga akan membutuhkan sikap kebijakan yang restriktif untuk sementara waktu. Catatan historis menunjukkan tidak bisa melonggarkan kebijakan secara dini,” tutur Powell.

The Fed tahun ini sudah empat kali menaikkan suku bunga acuan. Totalnya mencapai 2,25 poin persentase. Termasuk penaikan sebesar masing-masing 0,75 poin persentase pada Juni dan Juli 2022. Hal tersebut menandakan langkah The Fed yang paling agresif sejak menggunakan suku bunga acuan sebagai instrumen utama kebijakan pada awal 1990-an. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com