Menu
Sign in
@ Contact
Search
Warga berjalan melewati gedung-gedung yang hancur setelah aksi penembakan di pusat Kharkiv,  di tengah invasi Rusia ke Ukraina pada 18 September 2022. ( Foto: SERGEI CHUZAVKOV / AFP )

Warga berjalan melewati gedung-gedung yang hancur setelah aksi penembakan di pusat Kharkiv, di tengah invasi Rusia ke Ukraina pada 18 September 2022. ( Foto: SERGEI CHUZAVKOV / AFP )

Rusia Gelar Referendum di Wilayah Pendudukan di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 | 14:40 WIB
Fajar Widhiyanto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Rusia menggelar referendum pada hari Jumat (23/9/2022) yang mengesahkan upaya aneksasinya terhadap empat wilayah pendudukan Ukraina. Upaya ini tentu saja memancing kecaman dari Kyiv dan negara-negara Barat yang menganggap referendum tersebut palsu, dan negara Barat berjanji untuk tidak mengakui hasil dari referendum tersebut.

Sementara itu para pejabat Ukraina menyebut masyarakat dilarang meninggalkan beberapa daerah yang diduduki Rusia sampai pemungutan suara selama empat hari selesai. Diseutkan pula bahwa kelompok-kelompok bersenjata masuk ke rumah-rumah, dan karyawan diancam akan dipecat jika mereka tidak berpartisipasi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam pidato Jumat malam bahwa pemungutan suara tersebut akan dikutuk oleh dunia, termasuk langkah mobilisasi yang dimulai Rusia pekan ini, termasuk di Krimea dan daerah lain di Ukraina yang diduduki Rusia.

“Ini bukan hanya kejahatan terhadap hukum internasional dan hukum Ukraina, ini adalah kejahatan terhadap orang-orang tertentu, terhadap suatu bangsa,” kata Zelensky seperti dikutip Reuters.

Advertisement

Pemungutan suara untuk menjadi bagian dari Rusia digambarkan diorganisir dengan tergesa-gesa setelah Ukraina merebut kembali sebagian besar wilayah timur laut dalam serangan balasan awal bulan ini. Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah mengumumkan rancangan militer pekan ini dan meminta 300.000 tentara untuk berperang di Ukraina.

Kepada masyarakatnya di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, Zelensky mengatakan mereka harus menolak upaya mobilisasi untuk berperang. “Bersembunyi dari mobilisasi Rusia dengan cara apa pun yang Anda bisa. Hindari perintah pendaftaran. Cobalah pindah ke wilayah Ukraina yang bebas,” katanya. Zelensky juga mendesak mereka yang ditawan angkatan bersenjata Rusia untuk melakukan sabotase, gangguan dan menyampaikannya ke bagian intelijen ke Ukraina.

Dengan menggabungkan empat wilayah pendudukannya, Moskow dapat menggambarkan serangan untuk merebut kembali keempat wilayah tersebut sebagai serangan terhadap Rusia sendiri, dan upaya ini berpotensi mendorong Rusia untuk membenarkan serangan balik atau merespons lewat senjata nuklir. Putin dan pejabat Rusia lainnya memang telah menyebut senjata nuklir sebagai opsi ekstrem

Pemungutan suara digelar di provinsi Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia di timur dan tenggara, yang mewakili sekitar 15% wilayah Ukraina. Referendum dijadwalkan berlangsung dari Jumat (23/9/2022) hingga Selasa (27/9/2022).

“Hari ini, hal terbaik bagi rakyat Kherson adalah tidak membuka pintu mereka,” kata Yuriy Sobolevsky, wakil ketua dewan pertama wilayah Kherson.

Sementara itu Serhiy Gaidai, Gubernur Luhansk Ukraina mengatakan bahwa di kota Starobilsk, penduduk dilarang pergi dan orang-orang dipaksa keluar dari rumah untuk memilih.

Di kota Bilovodsk, seorang direktur perusahaan mengatakan kepada karyawan bahwa pemungutan suara adalah wajib dan siapa pun yang menolak untuk ambil bagian akan dipecat dan nama mereka diberikan kepada dinas keamanan. Hingga saat ini pihak media belum dapat segera memverifikasi laporan paksaan tersebut.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com