Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

RI Berkontribusi US$ 15,5 Juta ke Global Fund

Sabtu, 24 September 2022 | 23:12 WIB
Fajar Widhiyanto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah Indonesia ikut berkontribusi mendanai upaya dunia mengentaskan penyakit Tuberkulosis, HIV/AIDS, dan malaria senilai US$ 15,5 juta pada 2023-2025 melalui lembaga kemitraan kesehatan Global Fund.

"Hari ini Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya melangkah maju tidak hanya sebagai negara penerima, tetapi juga sebagai negara donor kemitraan publik dan swasta," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalui siaran pers yang dikutip Antaranews, Sabtu (24/9/2022).

Dari total US$ 15,5 juta kontribusi tersebut, sebesar US$ 10 juta di antaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara sisanya merupakan kontribusi dari industri farmasi serta yayasan di Indonesia, seperti Sinarmas sebesar US$ 2 juta, Kalbe Farma sebesar US$ 1,5 juta, Paloma Foundation senilai US$ 1 juta, dan Tanoto Foundation senilai US$ 1 juta.

Menurut Budi, kontribusi itu merupakan langkah konkret Indonesia untuk mempersiapkan agenda Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tahun 2023 tentang penyakit Tuberkulosis (TB).

Dalam lawatannya ke New York, Amerika Serikat untuk memenuhi undangan Global Fund Seventh Replenishment Conference, Kamis (22/9), Budi mengatakan investasi Indonesia sebagai bentuk implementasi dari transformasi kesehatan, khususnya pada pilar ketiga dan keenam. Pada pilar transformasi sistem ketahanan kesehatan, pendanaan itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan obat TB baru di lini pertama, maupun untuk pengobatan pasien TB Resisten, serta vaksin TB.

Aktivitas tersebut juga mendukung transformasi pilar keenam transformasi kesehatan, yaitu Transformasi Teknologi Kesehatan, khususnya dalam membangun kapasitas laboratorium genome sequencing untuk identifikasi virus dan bakteri yg lebih akurat, termasuk alat diagnostik untuk mendeteksi TB.

The Global Fund mengumpulkan dan menginvestasikan dana dalam siklus tiga tahun yang dikenal sebagai Replenishment. Pendekatan tiga tahun ini diadopsi pada 2005 untuk memungkinkan pembiayaan yang lebih stabil dan dapat diprediksi bagi negara-negara dan untuk memastikan kelangsungan program yang berkelanjutan.

Sebanyak 48 negara dan lebih dari 25 sektor swasta berkontribusi dalam replenishment Global Fund untuk tiga tahun ke depan, dengan kontribusi total sebesar US$ 14,25 miliar. Indonesia berkontribusi melalui Replenishment sejak tahun 2014 melalui filantropis di Tanah Air. Global Fund merupakan mitra pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam mengejar mengejar target eliminasi HIV/AIDS, TB, Malaria.

Sejak 2003 hingga saat ini sebesar US$ 1,45 miliar (Rp20,89 triliun) diberikan kepada Kementerian Kesehatan dan komunitas khususnya untuk program penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan Malaria. Hibah The Global Fund juga turut mendukung Pemerintah Indonesia dalam penanggulangan COVID-19 melalui penguatan deteksi genome sequencing pada periode 2021-2023.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com