Menu
Sign in
@ Contact
Search
Orang-orang memberikan suara mereka dalam referendum kontroversial di Mariupol, Donetsk Oblast, Ukraina pada 26 September 2022 hingga Selasa di Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Pemilih diminta untuk memutuskan apakah mereka ingin wilayah ini menjadi bagian dari Rusia. (Foto: Anadolu Agency / Anadolu Agency / Getty Images)

Orang-orang memberikan suara mereka dalam referendum kontroversial di Mariupol, Donetsk Oblast, Ukraina pada 26 September 2022 hingga Selasa di Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Pemilih diminta untuk memutuskan apakah mereka ingin wilayah ini menjadi bagian dari Rusia. (Foto: Anadolu Agency / Anadolu Agency / Getty Images)

Voting Berakhir untuk Tentukan Pencaplokan Wilayah Ukraina

Selasa, 27 September 2022 | 20:23 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MARIUPOL, investor.id – Voting kini telah berakhir untuk menentukan pencaplokan wilayah Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan mengumumkan bahwa pemerintah Rusia akan mencaplok empat wilayah lagi di Ukraina pada Jumat (30/9), setelah serangkaian referendum palsu diadakan di bagian-bagian negara yang diduduki selama seminggu terakhir.

Pemungutan suara dalam referendum, yang menurut negara-negara Barat tidak sah, telah berlangsung di Donetsk dan Luhansk Ukraina timur, serta Zaporizhzhia dan Kherson di selatan. Pemungutan suara berakhir pada Selasa (27/9).

Putin dijadwalkan untuk berpidato di kedua majelis Parlemen Rusia pada Jumat. Ia diyakini akan memanfaatkan pidato tersebut untuk secara resmi mengumumkan aksesi wilayah-wilayah pendudukan Ukraina ke Federasi Rusia.

Baca juga: Referendum Rusia di Ukraina Topang Harga Emas

“Para pemimpin Rusia hampir pasti berharap bahwa setiap pengumuman aksesi akan dilihat sebagai pembenaran dari ‘operasi militer khusus’ dan akan mengkonsolidasikan dukungan patriotik untuk konflik tersebut,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruan intelijen Selasa.

“Aspirasi ini kemungkinan akan dirusak oleh meningkatnya kesadaran domestik tentang kemunduran medan perang Rusia baru-baru ini dan kegelisahan yang signifikan tentang mobilisasi parsial yang diumumkan pekan lalu,” lanjutnya.

Dr Olexiy Haran, Profesor Politik Komparatif di Universitas Akademi Mohyla Universitas Kyiv, berbicara kepada CNBC tentang “referendum” diadakan di bagian-bagian Ukraina yang diduduki, tentang apakah akan bergabung dengan Rusia.

Voting secara luas dipandang sebagai upaya palsu dan tidak sah oleh Rusia untuk melegitimasi pencaplokan empat wilayah Ukraina.

Kecurangan Voting

Ada beberapa laporan tentang ketidakberesan voting dan hasilnya diperkirakan akan dicurangi. Analis mengatakan pemerintah Rusia dapat mengumumkan akan mencaplok empat wilayah pada akhir minggu ini.

Hari ini adalah satu-satunya hari di mana tempat voting akan dibuka. Pejabat menyalahkan alasan keamanan untuk pembukaan singkat tempat voting. Surat suara lainnya dikumpulkan oleh petugas dari pintu ke pintu, dengan kotak suara portabel.

Baca juga: AS Peringatkan Rusia Tentang Konsekuensi Serangan Nuklir

Ada banyak laporan tentang praktik pemilihan tidak teratur dan pemungutan suara tersebut dianggap ilegal, memaksa, dan dipentaskan, meskipun Kremlin bersikeras bahwa itu sah.

Kantor berita negara Rusia Tass melaporkan bahwa jumlah pemilih untuk referendum mencapai 86,89% di Donetsk, 83,61% di Luhansk, 63,58% di wilayah Kherson, dan 66,43% di wilayah Zaporizhzhia meskipun angka-angka itu bisa jadi palsu.

Tidak Diakui Barat

Sekutu Barat Ukraina mengatakan mereka tidak akan mengakui hasil dari salah satu referendum palsu. Namun, pemerintah Rusia kemungkinan akan memuji pemungutan suara itu sebagai keberhasilan dan diperkirakan akan mencaplok empat wilayah dari Ukraina dalam beberapa hari, kata analis di konsultan risiko Teneo.

“Menyusul apa yang disebut referendum, Rusia diperkirakan akan segera mencaplok wilayah-wilayah ini, mungkin pada akhir minggu ini,” kata analis Teneo dalam sebuah catatan Senin (26/9).

Baca juga: Rusia Gelar Referendum di Wilayah Pendudukan di Ukraina

“Seperti yang disebutkan sebelumnya, perlakuan Rusia terhadap wilayah ini sebagai wilayahnya sendiri dapat membuka jalan bagi eskalasi perang lebih lanjut, termasuk ultimatum yang didukung oleh ancaman nuklir,” tandasnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com