Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev (saat itu masih menjabat sebagai perdana menteri) dan Presiden Vladimir Putin tiba pada pertemuan di Novo-Ogaryovo State Residence pada 28 Juli 2017 di luar Moskow, Rusia. (Foto: Mikhail Svetlov / Getty Images)

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev (saat itu masih menjabat sebagai perdana menteri) dan Presiden Vladimir Putin tiba pada pertemuan di Novo-Ogaryovo State Residence pada 28 Juli 2017 di luar Moskow, Rusia. (Foto: Mikhail Svetlov / Getty Images)

Medvedev: Senjata Nuklir ke Ukraina Mungkin jika Rusia Terancam

Rabu, 28 Sep 2022 | 06:39 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MOSKOW, investor.id – Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pihaknya memiliki hak untuk menggunakan senjata nuklir jika Kremlin menganggapnya perlu dan jika dianggap wilayahnya berada di bawah ancaman senjata konvensional.

Medvedev dipandang sebagai sekutu dekat Presiden Putin dan saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia. Selama perang ia kerap menggunakan aplikasi perpesanan Telegram untuk mengeluarkan pernyataan anti Barat dan pro perang yang agresif.

Baca juga: Voting Berakhir untuk Tentukan Pencaplokan Wilayah Ukraina

Pada Selasa (27/9) ia kembali melontarkan komentar di situs media sosial.

Advertisement

“Musuh kita suka membuat pernyataan muluk (dan) beroperasi dengan istilah 'kebebasan', 'demokrasi', 'misi'. Faktanya, ini hanya ritual diare verbal,” katanya, Selasa.

“Topik akhir-akhir ini adalah ancaman nuklir Rusia,” tambahnya.

Baca juga: Referendum Rusia di Ukraina Topang Harga Emas

“Saya harus mengingatkan Anda lagi ... Rusia memiliki hak untuk menggunakan senjata nuklir jika perlu. Dalam kasus yang telah ditentukan. Sangat sesuai dengan dasar-dasar kebijakan negara di bidang pencegahan nuklir (atau) jika kita atau sekutu kita diserang menggunakan senjata jenis ini. Atau jika agresi dengan penggunaan senjata konvensional mengancam keberadaan negara kita,” tulisnya.

Ada kekhawatiran yang meningkat bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir di Ukraina setelah mencaplok lebih banyak wilayah di negara itu. Langkah ini diperkirakan akan diumumkan akhir pekan ini, setelah serangkaian referendum palsu di bagian-bagian negara yang diduduki untuk bergabung dengan Rusia.

Meskipun pemungutan suara tidak sah, yang secara luas dianggap sebagai kecurangan dan pemaksaan, pemerintah Rusia diperkirakan akan mengumumkan pencaplokan empat wilayah Ukraina ke dalam Federasi Rusia. Ada kekhawatiran bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir, membenarkannya dengan alasan mempertahankan wilayah Rusia.

Baca juga: Rusia Akan Caplok Sebagian Ukraina via Referendum Separatis

Otoritas Rusia telah berulang kali bersikeras tidak akan menggunakan senjata bencana seperti itu, meskipun Putin secara teratur membual tentang memiliki senjata tersebut. Pekan lalu ia memperingatkan dunia lagi bahwa dirinya tidak menggertak dan ia bisa menggunakan senjata nuklir. Peringatan ini dianggap serius oleh Barat.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com