Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sejumlah pria Rusia menaiki bus di pusat rekrutmen militer di Volzhskiy, Volgograd, Rusia pada 28 September 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan mobilisasi sebagian pasukan cadangan untuk memperkuat militernya di Ukraina. (Foto: AP)

Sejumlah pria Rusia menaiki bus di pusat rekrutmen militer di Volzhskiy, Volgograd, Rusia pada 28 September 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan mobilisasi sebagian pasukan cadangan untuk memperkuat militernya di Ukraina. (Foto: AP)

Rusia Siap Caplok Wilayah Ukraina yang Dikuasai Setelah Voting

Kamis, 29 September 2022 | 07:02 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Pemerintah Rusia siap untuk secara resmi mencaplok bagian-bagian Ukraina yang sedang dikuasai, setelah mengadakan “referendum” yang diatur Kremlin. Aksi ini dikecam oleh Ukraina dan Barat, menyebutnya ilegal dan dicurangi jika hidup di bawah pemerintahan Rusia.

Pasukan bersenjata berkeliling ke rumah-rumah penduduk bersama petugas pemilihan, untuk mengumpulkan surat suara dalam lima hari pemungutan suara.

Hasilnya secara luas dicela sebagai langkah tidak masuk akal. Aneksasi juga ditandai sebagai perampasan tanah oleh kepemimpinan Rusia yang semakin terpojok, menyusul kerugian militer yang memalukan di Ukraina.

Otoritas yang ditempatkan Rusia di empat wilayah Ukraina selatan dan timur mengklaim bahwa penduduk telah memilih untuk bergabung dengan Rusia.

Baca juga: Rusia Klaim Kemenangan Voting Aneksasi 4 Wilayah Ukraina

“Memaksa orang-orang di wilayah ini untuk mengisi beberapa dokumen di (depan) laras senjata adalah kejahatan Rusia lainnya dalam agresi terhadap Ukraina,” kata Kementerian Luar Negeri Ukraina, Rabu (28/9). Ia menambahkan bahwa pemungutan suara adalah pertunjukan propaganda, tidak sah, dan tidak berguna.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendesak 27 negara anggota Uni Eropa (UE) untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada pejabat Rusia dan saksi perdagangan, karena Rusia telah melakukan “referendum palsu”.

UE menyebut surat suara itu sebagai upaya ilegal untuk merebut wilayah dan mengubah perbatasan internasional dengan cara paksa.

Klaim Tidak Masuk Akal

Pemungutan suara itu dinilai telah dipalsukan dan hasilnya adalah klaim tidak masuk akal. Penduduk setempat tidak mungkin setuju untuk diperintah dari Rusia, kata lembaga pemikir Institute for the Study of War yang berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS).

Pejabat pro Rusia di wilayah Donetsk, Kherson, Luhansk, dan Zaporizhzhia Ukraina mengatakan pada Rabu bahwa mereka akan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memasukkan provinsi mereka ke dalam Rusia.

Pemimpin separatis Leonid Pasechnik di Luhansk dan Denis Pushilin di Donetsk mengatakan mereka berangkat ke Moskow, ibu kota Rusia untuk menyelesaikan formalitas aneksasi.

Baca juga: Medvedev: Senjata Nuklir ke Ukraina Mungkin jika Rusia Terancam

Menurut badan pemilihan yang didirikan Rusia, sebanyak 93% surat suara yang diberikan di wilayah Zaporizhzhia mendukung aneksasi, seperti halnya 87% dukungan di wilayah Kherson, 98% di wilayah Luhansk, dan 99% di Donetsk.

Negara-negara Barat menolak voting sebagai kepura-puraan yang tidak berarti, dilakukan oleh Rusia dalam upaya melegitimasi serangan ke Ukraina yang diluncurkan pada 24 Februari 2022.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield mengatakan pemerintah AS akan mengusulkan resolusi Dewan Keamanan (DK) untuk mengecam voting palsu.

Resolusi itu juga akan mendesak negara-negara anggota PBB untuk tidak mengakui perubahan status Ukraina dan menuntut agar Rusia menarik pasukannya dari tetangganya, tulisnya di media sosial Twitter.

Editor :

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com