Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala. ( Foto: SALVATORE DI NOLFI / POOL / KEYSTONE / AFP )

Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala. ( Foto: SALVATORE DI NOLFI / POOL / KEYSTONE / AFP )

WTO Ingatkan Dunia Sedang Menuju Resesi

Kamis, 29 Sep 2022 | 12:30 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala meyakini bahwa dunia sedang menuju resesi akibat benturan berbagai krisis. Dia pun menyerukan kebijakan radikal guna menghidupkan kembali pertumbuhan.

Okonjo-Iweala berpendapat bahwa perang Rusia dengan Ukraina, krisis iklim, guncangan harga pangan dan energi, ditambah dampak pandemi Covid-19 telah menciptakan kondisi mengarah ke resesi dunia.

“Sekarang kita harus menghadapi hal yang tampak menjadi resesi yang akan datang. Saya pikir resesi global. Itulah yang menurut saya sedang kita hadapi. Tetapi pada saat yang sama, kita harus mulai memikirkan pemulihan. Kita harus memulihkan pertumbuhan,” ujar dia saat pembukaan forum publik tahunan WTO di Jenewa, Swiss, Selasa (27/9) yang dilansir AFP.

Baca Juga: Pasar Dunia Jatuh di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Advertisement

Dia juga mencatat Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan perkiraan pertumbuhan global, sementara itu indikator pada angka-angk perdagangan juga tidak terlihat terlalu bagus.

“Kita mengalami guncangan keamanan, kita memiliki guncangan iklim, kita memiliki guncangan energi, kita memiliki guncangan harga pangan dan semua ini menghantam negara pada saat yang bersamaan, jadi kita tidak dapat melakukan bisnis seperti biasa,” tambah Okonjo-Iweala.

Mantan menteri keuangan dan luar negeri Nigeria itu menuturkan bahwa bank-bank sentral berada di posisi yang ketat dan hanya punya sedikit pilihan di depan.

Baca Juga: Harga Nikel Bisa Naik Jika Indonesia Kalah Gugatan UE soal Nikel di WTO

“Bank-bank sentral tidak memiliki banyak pilihan, selain memperketat dan menaikkan suku bunga – walau dampak pada pasar negara maju dan negara berkembang cukup parah karena mereka juga memperketat kenaikan suku bunga,” katanya

Tetapi, lanjut Okonjo-Iweala, yang terjadi di negara-negara berkembang telah memengaruhi beban utang mereka, memengaruhi apa yang harus mereka bayar untuk mengembalikan utang, memengaruhi pelarian modal dari negara mereka kembali ke negara-negara maju.

“Tapi saat ini, saya pikir tidak ada banyak pilihan selain bank sentral bertindak karena inflasi benar-benar memukul orang miskin dengan sangat buruk,” tambahnya.

Baca Juga: Ketua WTO Ingatkan Jalan Sulit Buat Kesepakatan di Tengah ‘Polikrisis’

Ia juga menekankan perlunya bank-bank, sentral untuk menentukan apakah inflasi disebabkan oleh permintaan yang kuat atau apakah kenaikan harga terkait dengan masalah struktural di sisi penawaran.

“Perhatian utamanya adalah bagaimana memastikan ketahanan pangan, diikuti dengan akses ke energi. Momok tidak memiliki cukup makanan adalah salah satu yang membuat saya khawatir,” ujar Okonjo-Iweala. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com