Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Rusia Vladimir Putin. ( Foto: SERGEI BOBYLYOV / TASS HOST PHOTO AGENCY / AFP )

Presiden Rusia Vladimir Putin. ( Foto: SERGEI BOBYLYOV / TASS HOST PHOTO AGENCY / AFP )

Hari Ini, Putin Sahkan Aneksasi 4 Wilayah Ukraina

Jumat, 30 September 2022 | 11:18 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Presiden Vladimir Putin dijadwalkan menandatangani dokumen resmi yang menyatakan aneksasi Rusia atas empat provinsi di wilayah Ukraina pada Jumat (30/9). Langkah tersebut akan mengunci klaim teritorial di saat pasukan Ukraina mengancam untuk membalikkan keadaan di medan perang.

Menurut laporan, upacara aneksasi tersebut akan diadakan oleh Putin di salah satu aula termegah Kremlin dengan dihadiri para tokoh pro-Rusia yang dianggap Negeri Beruang Merah itu sebagai pemimpin dari empat wilayah Ukraina, yakni Kherson, Zaporizhzhia, Donetsk dan Luhansk.

Rusia juga menyatakan hasil referendum di empat wilayah itu murni dan menunjukkan dukungan publik untuk langkah pencaplokan tersebut.

Baca Juga: Putin Segera Umumkan Aneksasi Wilayah Ukraina

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov akhirnya memberikan konfirmasi tentang perincian upacara untuk menandai aneksasi itu, menyusul spekulasi yang beredar tentang acara tersebut selama berhari-hari.

“Perjanjian tentang aksesi wilayah baru ke dalam Federasi Rusia akan ditandatangani dengan keempat wilayah yang mengadakan referendum dan membuat permintaan yang sesuai ke pihak Rusia. Putin akan menyampaikan pidato utama tentang masalah ini,” ujar Peskov pada Kamis (29/9), yang dilansir Reuters. 

Sedangkan ketua majelis tinggi parlemen Rusia mengatakan dapat mempertimbangkan penggabungan empat wilayah pada 4 Oktober, tiga hari sebelum ulang tahun ke-70 Putin.

Ditambahkan oleh Peskov bahwa akan digelar konser rock besar di Lapangan Merah (Red Square) Moskow pada Jumat. Di mana saat ini sudah terpasang tribun dengan layar video raksasa serta papan reklame bertuliskan “Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, Kherson – Rusia!”

Baca Juga: Voting untuk Aneksasi Wilayah Ukraina Dinilai Melanggar HAM

Namun, Peskov tidak menyebutkan apakah Putin bakal hadir menyaksian konser, seperti yang pernah dilakukan pada 2014 usai Rusia menyatakan telah mencaplok wilayah Krimea Ukraina.

Sebagai informasi, penandatanganan dokumen tersebut merupakan salah satu langkah hukum Rusia yang disebut-sebut bakal mengarah ke pencaplokan resmi sekitar 15% dari wilayah Ukraina. Tindakan ini sekaligus menegaskan bahwa Putin sedang memaksimalkan perangnya dengan Ukraina, meski mengalami kemunduran militer besar-besaran pada bulan ini.

Namun, upaya aneksasi itu telah ditolak Barat sebagai tindakan perampasan ilegal tanah air yang diperebutkan dalam perang. Sebelumnya, pejabat Ukraina dan negara-negara Barat menyebut pelaksanaan referendum palsu karena dilakukan di bawah todongan senjata di wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.

Bahkan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) berencana menjatuhkan sanksi-sanksi tambahan untuk Rusia terkait rencana pencaplokan. Beberapa sekutu lama Rusia yang memiliki hubungan dekat, seperti Serbia dan Kazakhstan, pun mengatakan tidak akan mengakui aneksasi tersebut.

Baca Juga: AS: Rusia Bergerak Lagi untuk Aneksasi Wilayah Ukraina

Pekan lalu, Putin secara terbuka mendukung rencana pencaplokan sekaligus mengumumkan pemanggilan militer bagi ratusan ribu tentara cadangan Rusia. Ia juga memperingatkan soal penggunaan senjata nuklir untuk mempertahankan wilayah Rusia jika perlu.

Tetapi seruan Putin ditanggapi dengan puluhan ribu pria Rusia melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari wajib militer. Pihak berwenang Finlandia pun melaporkan telah menutup salah satu dari sedikit rute masuk tersisa ke Eropa, dengan alasan tidak akan membiarkan warga Rusia masuk melalui darat dengan visa turis UE.

Perayaan yang digadang-gadang oleh Rusia itu terjadi setelah mengalami kemunduran terburuknya dalam perang. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Rusia kembali dikerahkan di timur laut.

Perlindungan Nuklir

Di sisi lain, beberapa pakar militer menyatakan bahwa Ukraina bersiap memberikan kekalahan besar lain untuk Rusia. Pasukan dilaporkan secara bertahap mengepung kota Lyman, benteng utama Rusia yang tersisa di bagian utara provinsi Donetsk. Di mana kejatuhan Lyman dapat membuka jalan bagi pasukan Ukraina untuk melancarkan serangan ke sebagian wilayah yang sekarang ingin dicaplok Rusia.

“Situasinya terlihat semakin genting bagi pasukan Rusia di Lyman, karena pasukan Ukraina akan mencegah mereka. Kekalahan menyakitkan lainnya bagi pasukan invasi Rusia akan segera terjadi,” demikian cuitan Carl Bildt, mantan perdana menteri Swedia, di Twitter.

Sejauh ini, Ukraina dilaporkan menahan diri untuk tidak mengungkapkan situasi di Lyman. Tapi Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sehari sebelumnya bahwa serangan Ukraina di Lyman telah gagal dan mengakibatkan 70 tentara Ukraina tewas.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di daerah Enerhodar yang dikuasai Rusia, dilihat dari Nikopol pada 27 April 2022. (FOTO: Ed JONES / AFP)

Menurut para pejabat Pemerintah Rusia, keempat wilayah referendum akan memperoleh perlindungan nuklir setelah secara resmi dimasukkan ke dalam kawasan Rusia.

Sebaliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berusaha menggalang dukungan internasional demi melawan aneksasi dalam serangkaian pembicaraan via telepon dengan para pemimpin asing, termasuk dari Inggris, Kanada, Jerman dan Turki.

“Terima kasih semua atas dukungan Anda yang jelas dan tegas. Terima kasih semua telah memahami posisi kami,” ujar Zelensky dalam pidato video tengah malam pada Selasa (27/9).

Baca Juga: RI Prihatin Atas Kurangnya Komitmen untuk Perlucutan Senjata Nuklir

Dilansir dari laman Departemen Pertahanan (Dephan) AS pada Rabu (28/9), pihak berwenang mengumumkan bantuan keamanan tambahan sekitar US$ 1,1 miliar untuk Ukraina di bawah Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (Ukraine Security Assistance Initiative/USAI).

Paket USAI itu menggarisbawahi komitmen AS untuk terus mendukung Ukraina dalam jangka panjang. Selain itu, langkah ini merupakan investasi multi-tahun dalam hal kemampuan penting membangun kekuatan abadi Angkatan Bersenjata Ukraina karena terus mempertahankan kedaulatan dan wilayah Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.

Secara total, AS telah memberikan bantuan keamanan ke Ukraina sekitar US$ 16,9 miliar, sejak Januari 2021. Sebelumnya, sejak 2014, AS sudah memberikan sekitar US$ 19 miliar bantuan keamanan ke Ukraina, atau lebih dari US$ 16,2 miliar sejak awal invasi brutal dan tak beralasan Rusia pada 24 Februari.

Berikut bantuan militer AS untuk Ukraina:

  • 18 Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (High Mobility Artillery Rocket Systems/HIMARS) dan amunisi terkait;

  • 150 Kendaraan Beroda Serbaguna Mobilitas Tinggi Lapis Baja (High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicles/HMMWVs);

  • 150 kendaraan taktis untuk menarik senjata;

  • 40 truk dan 80 trailer untuk mengangkut alat berat;

  • Dua radar untuk Sistem Udara Tak Berawak (Unmanned Aerial Systems);

  • 20 radar multi-misi;

  • Sistem Udara Kontra-Tak Berawak (Counter-Unmanned Aerial Systems);

  • Sistem komunikasi taktis aman, sistem pengawasan dan optik;

  • Peralatan pembuangan artileri bahan peledak;

  • Pelindung tubuh dan peralatan lapangan lainnya;

  • Pendanaan untuk pelatihan, pemeliharaan dan pemeliharaan (sumber: https://www.defense.gov/)


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com