Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sejumlah pria Rusia menaiki bus di pusat rekrutmen militer di Volzhskiy, Volgograd, Rusia pada 28 September 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan mobilisasi sebagian pasukan cadangan untuk memperkuat militernya di Ukraina. (Foto: AP)

Sejumlah pria Rusia menaiki bus di pusat rekrutmen militer di Volzhskiy, Volgograd, Rusia pada 28 September 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan mobilisasi sebagian pasukan cadangan untuk memperkuat militernya di Ukraina. (Foto: AP)

Pasukan Rusia Pakai Produk Sanitasi Wanita untuk Luka Tempur

Jumat, 30 Sep 2022 | 19:41 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

LONDON, investor.id – Pasukan cadangan Rusia yang baru dimobilisasi telah diberitahu untuk mendapatkan pasokan pertolongan pertama tempur mereka sendiri, menurut intelijen Inggris. Tentara Rusia yang tiba di garis depan telah diberi tahu bahwa produk saniter wanita adalah solusi yang hemat biaya.

Ini menjadi tanda lain dari masalah yang melumpuhkan pasukan Rusia.

Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan ini di media sosial Twitter. “Pelatihan medis dan kesadaran pertolongan pertama kemungkinan buruk,” unggahnya, Jumat (30/9).

Baca juga: Pasukan Ukraina Merebut Wilayah yang Berusaha Dianeksasi Rusia

Advertisement

“Beberapa pasukan Rusia memperoleh turniket (alat menghentikan pendarahan) tempur gaya Barat modern mereka sendiri, tetapi menyimpannya di peralatan mereka menggunakan pengikat kabel, bukan dengan Velcro yang disediakan – mungkin karena peralatan semacam itu langka dan dapat dicuri,” tulisnya.

“Ini hampir pasti akan menghambat atau membuat tidak mungkin penerapan perawatan turniket tepat waktu dalam kasus pendarahan bencana di medan perang,” kata kementerian tersebut.

Kementerian Pertahanan itu mengatakan kekurangan peralatan medis ini hampir pasti berkontribusi pada keadaan moral yang menurun dan kurangnya kemauan untuk melakukan operasi ofensif di banyak unit di Ukraina.

Aneksasi Lebih dari 15% Ukraina

Sementara itu, pemerintah Rusia menilai setiap serangan di wilayah Ukraina yang hendak dianeksasi akan dianggap sebagai serangan terhadap Rusia sendiri.

Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengumumkan pencaplokan lebih dari 15% Ukraina pada Jumat, meningkatkan perang tujuh bulannya dan membawanya ke fase baru yang tidak dapat diprediksi.

Langkah untuk menyatakan Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia sebagai bagian dari Rusia telah dikecam secara internasional, termasuk oleh Perdana Menteri (PM) Liz Truss.

Baca juga: Biden Kecam Upaya Aneksasi Wilayah Ukraina oleh Rusia

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan bahwa serangan oleh Ukraina di wilayah yang diklaim Rusia sebagai tanahnya akan dianggap sebagai serangan terhadap Rusia.

Ia ditanya apa yang akan terjadi pada wilayah Ukraina yang tidak berada di bawah kendali Rusia. “(Wilayah) itu harus dibebaskan (dari tentara Ukraina,” sambungnya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : Sky News

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com